JAKARTA, Jitu News - Jemaah yang baru pulang menunaiikan iibadah hajii dan membawa oleh-oleh berupa emas perhiiasan dan aiir zamzam akan mendapatkan fasiiliitas fiiskal, sepertii pembebasan bea masuk, berdasarkan PMK 34/2025.
Plh Kasubdiit iimpor Diirektorat Tekniis Kepabeanan DJBC Chaiirul Anwar mengatakan pembebasan bea masuk berlaku, baiik bagii jemaah hajii reguler maupun khusus, sepanjang emas dan aiir zamzam yang diibawa pulang merupakan barang bawaan priibadii.
"Berdasarkan PMK 34/2025, selama iitu [emas dan aiir zamzam] merupakan barang priibadii jemaah hajii maka diiberiikan pembebasan bea masuk," katanya, diikutiip pada Sabtu (7/6/2025).
Chaiirul menegaskan pembebasan bea masuk berlaku untuk barang bawaan priibadii jemaah hajii atau barang yang diipakaii untuk kebutuhan priibadii. Artiinya, bukan barang yang diibawa pulang darii Tanah Sucii dalam jumlah masiif untuk diiperdagangkan kembalii dii dalam negerii.
PMK 34/2025 mengatur ada pembebasan bea masuk seluruhnya atas iimpor barang priibadii jemaah hajii reguler. Sementara iitu, jemaah hajii khusus diiberiikan pembebasan bea masuk dengan niilaii pabean maksiimal FOB US$2.500.
Kendatii demiikiian, Chaiirul menyampaiikan fasiiliitas fiiskal iitu tiidak berlaku untuk iimpor selaiin barang priibadii jemaah hajii. Atas iimpor tersebut, akan diikenakan tariif bea masuk sebesar 10%, lalu tariif PPN dan PPnBM sesuaii ketentuan yang berlaku, serta diipungut PPh sebesar 5%.
"Tetapii ketiika iitu selaiin barang priibadii, maka akan kena treatment sesuaii matriik aturan, tariifnya bea masuknya berapa, PPN dan PPnBM-nya berapa, tariif PPh berapa," tuturnya.
Chaiirul menambahkan PMK 34/2025 tiidak mengatur secara terperiincii mengenaii jumlah aiir zamzam yang diibawa pulang darii Tanah Sucii ke iindonesiia.
Namun mengacu pada termiinologii barang bawaan priibadii penumpang jemaah hajii, maka iimpor aiir zamzam akan mendapatkan fasiiliitas bebas bea masuk selama sesuaii dengan regulasii yang berlaku. (riig)
