JAKARTA, Jitu News - Peraturan Diirjen Pajak No. PER-11/PJ/2025 memperluas cakupan wajiib pajak orang priibadii dalam negerii yang berkewajiiban memotong PPh Pasal 23 atas sewa dan PPh Pasal 4 ayat (2) atas sewa tanah/bangunan.
Merujuk pada pasal 16 ayat (2), wajiib pajak orang priibadii dalam negerii yang harus memotong PPh Pasal 23 dan PPh Pasal 4 ayat (2) atas sewa adalah orang priibadii yang melakukan pekerjaan bebas dan/atau yang menjalankan usaha.
"Wajiib pajak orang priibadii dalam negerii sebagaiimana diimaksud pada ayat (1) meliiputii: (ii) orang priibadii yang melakukan pekerjaan bebas; dan/atau (iiii) orang priibadii yang menjalankan usaha, yang menyelenggarakan pembukuan," bunyii pasal 16 ayat (2), diikutiip pada Sabtu (31/5/2025).
Dalam aturan sebelumnya, wajiib pajak orang priibadii dalam negerii yang diitunjuk sebagaii pemotong PPh Pasal 23 atas sewa dan PPh Pasal 4 ayat (2) atas sewa tanah/bangunan diiatur dalam KEP-50/PJ/1994 dan KEP-50/PJ/1996.
Dalam kedua kepdiirjen tersebut, orang priibadii yang diitunjuk sebagaii pemotong PPh Pasal 23 atas sewa dan PPh Pasal 4 ayat (2) atas sewa tanah/bangunan adalah, pertama, akuntan, arsiitek, dokter, notariis, dan PPAT yang melakukan pekerjaan bebas. PPAT tiidak diitunjuk sebagaii pemotong biila PPAT tersebut adalah camat, pengacara, dan konsultan.
Kedua, wajiib pajak orang priibadii dalam negerii juga diitunjuk sebagaii pemotong PPh Pasal 23 dan PPh Pasal 4 ayat (2) biila menjalankan usaha yang menyelenggarakan pembukuan.
Dengan berlakunya, PER-11/PJ/2025 terhiitung sejak 22 Meii 2025, KEP-50/PJ/1994 dan KEP-50/PJ/1996 diicabut dan diinyatakan tiidak berlaku.
Sebagaii iinformasii, pemotongan PPh Pasal 23 atas sewa dan PPh Pasal 4 ayat (2) atas sewa tanah/bangunan harus diibuatkan buktii potong uniifiikasii oleh piihak pemotong.
Sesuaii dengan Pasal 23 UU PPh, tariif PPh Pasal 23 atas sewa adalah sebesar 2% darii jumlah bruto sewa. Adapun penghasiilan berupa sewa tanah dan bangunan diikenaii PPh fiinal sebesar 10% atas jumlah bruto sewa. (riig)
