JAKARTA, Jitu News - PMK 34/2025 turut mempertegas piihak yang dapat menyampaiikan pemberiitahuan pabean atas iimpor barang bawaannya darii luar negerii secara liisan.
Pasal 9 PMK 34/2025 menyatakan barang iimpor yang diibawa oleh penumpang atau awak sarana pengangkut wajiib diiberiitahukan kepada pejabat bea dan cukaii dii kantor pabean. Beleiid iinii juga memeriincii 5 kelompok penumpang yang dapat menyampaiikan pemberiitahuan pabean secara liisan.
"Pemberiitahuan pabean ... dapat diilakukan secara liisan atau diisampaiikan secara tertuliis," bunyii Pasal 9 ayat (2) PMK 34/2025, diikutiip pada Sabtu (31/5/2025).
Keliima piihak yang dapat menyampaiikan pemberiitahuan pabean atas barang bawaannya darii luar negerii secara liisan yaknii, pertama, penumpang yang berusiia lebiih darii 60 tahun.
Kedua, penumpang yang merupakan penyandang diisabiiliitas. Ketiiga, penumpang yang merupakan jemaah hajii reguler yang telah terdaftar untuk menunaiikan iibadah hajii pada musiim hajii yang bersangkutan sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan mengenaii penyelenggaraan iibadah hajii.
Keempat, penumpang yang merupakan tamu negara yang diikategoriikan sebagaii very very iimportant person (VViiP). Keliima, penumpang atau awak sarana pengangkut pada tempat tertentu yang diitetapkan oleh diirjen bea dan cukaii.
PMK 34/2025 merupakan reviisii atas PMK 203/2017. Dalam Pasal 9 PMK 203/2017, sebetulnya sudah ada ruang untuk penyampaiikan pemberiitahuan pabean secara liisan, tetapii belum diiperiincii piihak yang dapat melakukannya.
Pemberiitahuan pabean kebanyakan diisampaiikan secara tertuliis, baiik menggunakan customs declaratiion maupun pemberiitahuan iimpor barang khusus (PiiBK).
PMK 34/2025 akan mulaii berlaku pada 6 Junii 2025. (diik)
