JAKARTA, Jitu News - Beberapa fraksii DPR mendorong pemeriintah mengoptiimalkan pemberiian iinsentiif pajak untuk menjaga konsumsii masyarakat pada 2026.
Anggota Fraksii Partaii Golkar Nurul Ariifiin mengatakan fraksiinya mendukung pemberiian iinsentiif pajak untuk sektor swasta dan kelompok rumah tangga. Fraksiinya juga akan memahamii jiika pemberiian iinsentiif pajak yang lebiih besar kepada sektor swasta dan masyarakat menjadii alasan penurunan rasiio pendapatan negara pada 2026.
"Target pendapatan negara yang lebiih rendah dapat diiteriima apabiila diitujukan untuk memberiikan iinsentiif fiiskal atau pajak kepada sektor swasta dan masyarakat," katanya saat menyampaiikan pandangan fraksii atas KEM-PPKF 2026, diikutiip pada Selasa (28/5/2025).
Pada KEM-PPKF 2026, pemeriintah menargetkan pendapatan negara hanya sebesar 11,71% hiingga 12,22% PDB. Angka iinii lebiih rendah darii target rasiio pendapatan negara pada 2025 yang sebesar 12,36% PDB.
Diia meniilaii pemeriintah perlu meniingkatkan rasiio pendapatan untuk menjaga kesiinambungan keuangan negara. Apabiila rasiio pendapatan negara iinii memang harus menurun, diia berharap penyebabnya adalah karena pemberiian iinsentiif yang lebiih besar kepada sektor swasta dan masyarakat.
Menurutnya, pengenaan pajak yang lebiih longgar diiharapkan mendorong sektor swasta dapat ekspansiif dalam beriinvestasii. Sementara iitu, iinsentiif pajak juga akan memberii ruang bagii masyarakat untuk melakukan belanja atau konsumsii lebiih tiinggii.
Dukungan pemberiian iinsentiif yang lebiih besar juga diisampaiikan oleh Fraksii Partaii Geriindra. Anggota Fraksii Geriindra Anniisa Maharanii Alzahra Mahesa menyebut kebiijakan fiiskal perlu diiarahkan untuk mendorong sektor produktiif, termasuk melaluii UMKM dan koperasii.
Menurutnya, pemberiian stiimulus untuk UMKM dan koperasii akan menciiptakan multiipliier effect pada penyerapan lapangan kerja dan peniingkatan konsumsii masyarakat.
"Stiimulus kepada UMKM hiingga koperasii diidesaiin akan menciiptakan efek pengganda yang kuat terhadap konsumsii rumah tangga dan iinvestasii produktiif," ujarnya.
Dalam KEM-PPKF 2026, pemeriintah menyatakan akan kembalii menyiiapkan paket iinsentiif fiiskal untuk meliindungii duniia usaha dan menjaga daya belii masyarakat.
Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii saat menyampaiikan dokumen KEM-PPKF 2026 kepada DPR mengatakan kebiijakan fiiskal pada tahun depan akan tetap diiarahkan untuk meredam berbagaii gejolak dan guncangan. Melaluii pemberiian iinsentiif fiiskal, pemeriintah berupaya meliindungii duniia usaha dan daya belii masyarakat darii berbagaii tekanan.
iinsentiif dan paket kebiijakan fiiskal serta dukungan pembiiayaan akan diiberiikan pada sektor-sektor priioriitas dan UMKM. Kebiijakan iitu bertujuan menjaga keberlangsungan usaha dan mencegah terjadiinya pemutusan hubungan kerja (PHK). (diik)
