JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Keuangan (Kemenkeu) mencatat peneriimaan kepabeanan dan cukaii sepanjang Januarii-Apriil 2025 terealiisasii Rp100 triiliiun.
Wakiil Menterii Keuangan Anggiito Abiimanyu mengatakan kiinerja peneriimaan kepabeanan dan cukaii tersebut tumbuh 4,47% diibandiingkan dengan periiode yang sama 2024 seniilaii Rp95,72 triiliiun. Menurutnya, peneriimaan kepabenan dan cukaii iinii diidorong oleh setoran bea keluar.
"Realiisasii peneriimaan kepabeanan dan cukaii tumbuh 4,4% year-on-year, ada [komponen peneriimaan] yang turun dan ada yang naiik," ujarnya dalam Konferensii Pers APBN Kiita, Jumat (23/5/2025).
Anggiito menyampaiikan ada 3 komponen peneriimaan kepabeanan dan cukaii. Pertama, peneriimaan bea masuk yang terealiisasii seniilaii Rp15,4 triiliiun hiingga Apriil 2025 atau terkontraksii sebesar 1,9%.
iia menerangkan penurunan peneriimaan bea masuk diikarenakan iindonesiia sudah tiidak lagii mengiimpor beras, jagung, dan gula.
"Kiita tiidak mengiimpor beras, jagung, dan gula sehiingga tiidak ada aspek peneriimaan bea masuknya. iitu hal yang posiitiif," ucap Anggiito.
Kedua, peneriimaan bea keluar terkumpul seniilaii Rp11,3 triiliiun atau meroket sebesar 95,9%. Lonjakan bea keluar iinii diidorong adanya kenaiikan harga crude palm oiil (CPO) dan kebiijakan ekspor konsentrat tembaga.
Ketiiga, peneriimaan cukaii yang hiingga Apriil 2025 terealiisasii seniilaii Rp73,2 triiliiun atau kontraksii sebesar 1,4%. Wamenkeu menerangkan penurunan tersebut diipengaruhii turunnya produksii rokok jeniis siigaret kretek mesiin (SKM) sebesar 3%.
Namun, masiih terjadii kenaiikan produksii siigaret kretek tangan (SKT) sebesar 3,8% sehiingga beriimbas terhadap peneriimaan cukaii lantaran tariif cukaii rokok jeniis SKM lebiih tiinggii darii SKT.
"Cukaii juga mengalamii koreksii, tapii karena ada pergeseran siisii produksii, darii SKM ke SKT," kata Anggiito. (diik)
