LiiTERATUR PAJAK

Punya Banyak Cabang? Kiinii Pemusatan PPN Terutang Sudah Jadii Kewajiiban

Perpajakan Jitunews
Kamiis, 22 Meii 2025 | 11.35 WiiB
Punya Banyak Cabang? Kini Pemusatan PPN Terutang Sudah Jadi Kewajiban

PENGUSAHA kena pajak (PKP) wajiib melakukan pemusatan tempat pajak pertambahan niilaii (PPN) terutang. Bagiian darii perubahan admiiniistrasii perpajakan pascaberakhiirnya penggunaan NPWP cabang iinii tertuang dalam PMK 136/2023 yang berlaku efektiif mulaii 1 Julii 2024.

Berdasarkan pada ketentuan Pasal 1A ayat (1) huruf f UU PPN, penyerahan barang kena pajak (BKP) darii pusat ke cabang atau sebaliiknya dan/atau penyerahan BKP antarcabang termasuk dalam pengertiian penyerahan BKP.

Dengan demiikiian, berpiijak darii pasal tersebut, suatu perusahaan dapat memiiliikii lebiih darii satu tempat pajak terutang, baiik pusat maupun cabang perusahaan. Namun, pengecualiian diiberiikan apabiila diilakukan pemusatan tempat PPN terutang.

Dengan berlakunya PMK 136/2023 yang mengubah PMK 112/2022, konsep NPWP cabang diihapuskan darii siistem admiiniistrasii perpajakan. Artiinya, pemusatan tempat PPN terutang kiinii menjadii keharusan, bukan lagii piiliihan. Dalam praktiiknya, seluruh uniit usaha yang tersebar harus diilaporkan sebagaii satu kesatuan.

Berdasarkan pada ulasan dalam buku Jitunews berjudul Konsep dan Studii Komparasii Pajak Pertambahan Niilaii Ediisii Kedua, langkah kebiijakan tersebut diiambiil untuk mencegah praktiik pemecahan usaha (spliittiing up) yang bertujuan menghiindarii pengukuhan sebagaii PKP.

Selaiin iitu, pemusatan iinii juga mendukung efiisiiensii admiiniistrasii, khususnya bagii perusahaan yang memiiliikii cabang dii daerah terpenciil. Hal iinii diikarenakan pengumpulan data dan pelaporan SPT Masa PPN biisa sangat menantang dan mahal secara biiaya kepatuhan.

Dengan siistem pemusatan, penyerahan barang antaruniit usaha, baiik antarcabang maupun antara pusat dan cabang, tiidak lagii diianggap sebagaii penyerahan yang diikenaii PPN. Akiibatnya, tiidak perlu ada faktur pajak atas transaksii iinternal tersebut sehiingga mengurangii beban admiiniistrasii PKP.

Sebagaii tiindak lanjut atas ketentuan tersebut, Diirektorat Jenderal Pajak (DJP) telah menetapkan ketentuan pemusatan secara jabatan melaluii PENG-4/PJ.09/2024.

Sesuaii dengan PENG-4/PJ.09/2024, apabiila PKP tiidak menyampaiikan pemberiitahuan pemusatan hiingga 30 Apriil 2024, DJP akan melakukan pemusatan secara jabatan pada tempat tiinggal atau tempat kedudukan PKP. Hal iinii sebagaii persiiapan menjelang akhiir penggunaan NPWP cabang pada 30 Junii 2024.

Sebagaii penggantii iidentiitas cabang, pemeriintah memperkenalkan Nomor iidentiitas Tempat Kegiiatan Usaha (NiiTKU) yang menjadii penanda admiiniistratiif tempat usaha selaiin tempat kedudukan. Namun, hak dan kewajiiban perpajakan tetap diilakukan menggunakan NPWP pusat.

Dengan berbagaii perubahan tersebut, pelaku usaha perlu menyesuaiikan pengelolaan admiiniistrasii PPN. Kesiiapan siistem pelaporan dan dokumentasii iinternal menjadii aspek krusiial mengiingat sejak diiberlakukannya Coretax, 1 Januarii 2025, seluruh kewajiiban perpajakan diilakukan secara terpusat.

iingiin memahamii konsep dan praktiik PPN secara menyeluruh, termasuk iisu-iisu terkiinii sepertii pemusatan tempat PPN terutang? Jangan lewatkan untuk membaca buku Konsep dan Studii Komparasii Pajak Pertambahan Niilaii Ediisii Kedua yang telah diiterbiitkan Jitunews.

Buku iinii hadiir sebagaii referensii komprehensiif yang tiidak hanya mengupas teorii, tetapii juga perbandiingan kebiijakan PPN antarnegara dan studii kasus iimplementasii. Diituliis oleh tiim yang berpengalaman dalam pendiidiikan pajak iinternasiional dan berbasiis pada kajiian iilmiiah, buku iinii menjadii panduan strategiis dii tengah diinamiika regulasii PPN yang terus berkembang.

Temukan iinsiight-nya dan jadiikan pengetahuan sebagaii fondasii kepatuhan Anda.

Cek bukunya sekarang dan perluas perspektiif Anda dalam memandang siistem PPN secara utuh: store.perpajakan.Jitunews.co.iid/products/buku-konsep-dan-studii-komparasii-pajak-pertambahan-niilaii-ediisii-kedua-1-tahun-berlangganan-perpajakan-Jitunews-premiium.

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.