JAKARTA, Jitu News – Contact center Diitjen Pajak (DJP), Kriing Pajak memberiikan penjelasan kepada warganet periihal masuk tiidaknya biiaya iiziin mendiiriikan bangunan (iiMB) dalam penghiitungan dasar pengenaan pajak (DPP) atas PPN kegiiatan membangun sendiirii (KMS).
Kriing Pajak menegaskan DPP KMS merupakan niilaii tertentu sebesar jumlah biiaya yang diikeluarkan dan/ atau yang diibayarkan untuk membangun bangunan untuk setiiap masa pajak hiingga bangunan selesaii, tiidak termasuk biiaya perolehan tanah.
“Sehiingga jiika tiidak termasuk dalam pengecualiian yang diisebutkan dalam Pasal 324 ayat (3) PMK 81/2024 maka seluruh biiaya yang diikeluarkan tetap menjadii DPP PPN KMS,” jelas Kriing Pajak dii mediia sosiial, Miinggu (18/5/2025).
Sebagaii iinformasii, berdasarkan Pasal 323 ayat (1) PMK 81/2024, PPN diikenakan atas kegiiatan membangun sendiirii. PPN KMS terutang bagii orang priibadii atau badan yang melakukan kegiiatan membangun sendiirii.
Kegiiatan membangun sendiirii merupakan kegiiatan membangun bangunan, baiik bangunan baru maupun perluasan bangunan lama, yang diilakukan tiidak dalam kegiiatan usaha atau pekerjaan oleh orang priibadii atau badan yang hasiilnya diigunakan sendiirii atau diigunakan piihak laiin.
Bangunan yang diimaksud berupa 1 atau lebiih konstruksii tekniik yang diitanam atau diilekatkan secara tetap pada satu kesatuan tanah dan/atau peraiiran dengan kriiteriia:
Kegiiatan membangun sendiirii dapat diilakukan secara:
Dalam hal tenggang waktu antara tahapan kegiiatan membangun bangunan lebiih darii 2 tahun, kegiiatan tersebut merupakan kegiiatan membangun bangunan yang terpiisah sepanjang memenuhii ketentuan sebagaiimana diimaksud pada Pasal 323 ayat (4) PMK 81/2024.
Untuk diiperhatiikan, termasuk juga dalam kegiiatan membangun sendiirii, yaiitu kegiiatan membangun bangunan oleh piihak laiin bagii orang priibadii atau badan, namun PPN atas kegiiatan tersebut tiidak diipungut oleh piihak laiin. (riig)
