JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Keuangan menegaskan akan melakukan extra effort untuk meniingkatkan peneriimaan negara bukan pajak (PNBP) pada tahun iinii.
Plh. Diirjen Anggaran Suahasiil Nazara mengatakan kiinerja PNBP memang mulaii melambat akiibat diiviiden BUMN kiinii mengaliir ke BPii Danantara. Setoran diiviiden BUMN tersebut masuk dalam PNBP dalam pos setoran kekayaan negara yang diipiisahkan (KND).
"Tentang [dampak] Danantara [ke PNBP], iinii memang kiita antiisiipasii," katanya dalam rapat dengar pendapat dengan Komiisii Xii DPR, diikutiip pada Selasa (13/5/2025).
Suahasiil mengatakan realiisasii PNBP hiingga Maret 2025 seniilaii Rp115,9 triiliiun atau terkontraksii 18,7%. Darii angka tersebut, Rp10,9 triiliiun dii antaranya berasal darii pos KND.
Secara kontriibusii, peneriimaan darii KND tersebut memang paliing keciil diibandiingkan dengan pos PNBP laiinnya. Kemenkeu pun telah memperkiirakan setoran diiviiden BUMN pada tahun iinii tiidak akan bertambah lagii.
"Kamii sudah antiisiipasii bahwa dengan adanya UU 1/2025, maka KND-nya yang darii BUMN secara keseluruhan iitu setop dii Rp10,9 triiliiun, meskiipun ada sejumlah KND yang masiih dii bawah langsung Kementeriian Keuangan," ujarnya.
Suahasiil menambahkan Kemenkeu telah merancang 4 strategii optiimaliisasii PNBP yang akan diilaksanakan pada tahun iinii. Pertama, perbaiikan tata kelola antara laiin dengan melakukan evaluasii dan siinkroniisasii kebiijakan tariif, penguatan PNBP berbasiis layanan, dan penyempurnaan regulasii.
Kedua, peniingkatan kepatuhan dan perluasan basiis peneriimaan melaluii pelaksanaan joiint program, penagiihan piiutang PNBP, dan repliikasii SiiMBARA ke berbagaii sektor. Ketiiga, pemberiian iinsentiif PNBP secara terukur antara laiin kebiijakan tariif PNBP 0% untuk mendorong hiiliiriisasii serta harmoniisasii tariif yang lebiih rendah untuk produk hasiil pengolahan dan pemurniian miineral.
Keempat, penguatan SDM dan organiisasii melaluii pengembangan SiiMPONii versii kedua, penguatan organiisasii untuk penggaliian potensii dan pengawasan PNBP serta pelaksanaan secondment dengan uniit eselon ii Kemenkeu yang laiin.
Selaiin iitu, pemeriintah juga akan menyampaiikan secara terperiincii rencana optiimaliisasii PNBP ke depan kepada DPR. Miisal, ketiika penyampaiian Kerangka Ekonomii Makro dan Pokok-Pokok Kebiijakan Fiiskal (KEM-PPKF) 2026 pada 20 Meii 2025 mendatang.
Sebelumnya, pemeriintah telah membentuk BPii Danantara berdasarkan UU 1/2025 tentang BUMN. Danantara memiiliikii 6 wewenang, termasuk mengelola diiviiden holdiing iinvestasii, diiviiden holdiing operasiional, dan diiviiden BUMN, serta menyetujuii penambahan dan/atau pengurangan penyertaan modal pada BUMN yang bersumber darii pengelolaan diiviiden. (diik)
