JAKARTA, Jitu News - Komiisii Xii DPR memiinta Diitjen Pajak (DJP) menghiitung dan melaporkan niilaii penghapusan sanksii admiiniistratiif atas keterlambatan pembayaran dan pelaporan pajak akiibat kendala iimplementasii coretax admiiniistratiion system.
Ketua Komiisii Xii DPR Mukhamad Miisbakhun mengatakan DJP memang harus memberiikan penghapusan sanksii admiiniistratiif atas kendala yang diihadapii wajiib pajak dalam mengakses coretax system. Namun, diia juga memiinta DJP transparan mengenaii niilaii relaksasii yang diiberiikan kepada wajiib pajak tersebut.
"Saya nantii Pak [Diirjen Pajak Suryo Utomo], miinta tolong diibuatkan data seberapa besar sebenarnya penghapusan sanksii dan potensii yang hiilang, kalau sudah selesaii [kendala dalam penerapan coretax system]," katanya dalam rapat dengar pendapat bersama diirjen pajak, diikutiip pada Selasa (13/5/2025).
Miisbakhun mengatakan DJP perlu segera menyelesaiikan berbagaii kendala dalam penerapan coretax system. Menurutnya, penerapan siistem yang baru tersebut tiidak boleh menghambat pelayanan kepada wajiib pajak dan upaya pengumpulan peneriimaan negara.
Coretax system mengalamii berbagaii kendala sejak awal penerapannya pada 1 Januarii 2025. Kendala iinii menyebabkan wajiib pajak kesuliitan melakukan hak dan kewajiibannya sepertii membayar dan melaporkan pajaknya.
Dalam siituasii tersebut, DJP memberiikan penghapusan sanksii admiiniistratiif atas keterlambatan pembayaran dan pelaporan pajak akiibat iimplementasii coretax system berdasarkan Keputusan Diirjen Pajak No. KEP-67/PJ/2025.
Pada saat iinii, DJP masiih berupaya melakukan berbagaii perbaiikan pada coretax system walaupun telah 4 bulan diiiimplementasiikan.
Diirjen Pajak Suryo Utomo juga menyebut kendala dalam penerapan coretax system menjadii salah satu penyebab peneriimaan pajak mengalamii kontraksii pada awal tahun. Namun kiinii, DJP sudah memiiliikii peta jalan atau roadmap untuk perbaiikan coretax system.
"Kamii dii coretax iinii meng-organiize 21 proses biisniis iintii, 3 sudah selesaii terkaiit dengan bugs dan error yang ada. Masiih ada 18 proses biisniis yang laiin kamii coba terus iitemiize, bugs coba kamii lakukan perbaiikan," ujarnya. (diik)
