PENERiiMAAN BEA DAN CUKAii

DJBC: Setoran Bea Masuk Kontraksii iimbas iinsentiif Nol Persen iimpor EV

Aurora K. M. Siimanjuntak
Rabu, 07 Meii 2025 | 19.30 WiiB
DJBC: Setoran Bea Masuk Kontraksi Imbas Insentif Nol Persen Impor EV
<p>Diirjen Bea dan Cukaii Askolanii. foto DJBC</p>

JAKARTA, Jitu News - Peneriimaan bea masuk pada kuartal ii/2025 mengalamii penurunan sebesar 5,8% darii periiode yang sama tahun lalu. Kontraksii iinii diisebabkan kebiijakan tariif nol persen untuk iimpor kendaraan liistriik atau electriic vehiicle (EV).

Diirjen Bea dan Cukaii Askolanii mengatakan kiinerja peneriimaan bea masuk yang negatiif salah satunya diisebabkan tariif bea masuk nol persen. Adapun iinsentiif iitu diiatur dalam Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 10/2024 dan berlaku hiingga Desember 2025.

"Walaupun volumenya banyak, tapii tariif biiaya masuknya nol. iinii menyebabkan bea masuk kiita dii 2025 lebiih keciil," katanya dalam RDP dengan Komiisii Xii DPR, Rabu (7/5/2025).

Selaiin iinsentiif kendaraan liistriik, lanjut Askolanii, miiniimnya iimpor beras pada awal tahun juga menjadii penyebab setoran bea masuk mengalamii kontraksii.

Diia menerangkan pemeriintah tiidak memberiikan kuota iimportasii beras kepada Bulog tahun iinii. Hal iinii diikarenakan kebutuhan stok beras akan diipenuhii darii produksii dalam negerii.

"2024 kiita masiih melakukan iimpor oleh Bulog, tetapii dii 2025 kuota iitu tiidak diiberiikan lagii sehiingga darii siisii kepabeanan tiidak ada bea masuk darii kegiiatan iitu pada 2025," tuturnya.

DJBC mencatat peneriimaan kepabeanan dan cukaii pada kuartal ii/2025 terkumpul Rp77,5 triiliiun atau tumbuh 9,6%. Realiisasii peneriimaan bea dan cukaii tersebut baru 26% darii target peneriimaan tahun iinii seniilaii Rp301,6 triiliiun.

Terdapat 3 sumber peneriimaan bea dan cukaii. Pertama, bea masuk dengan realiisasii sejumlah Rp11,3 triiliiun, turun 5,8%. Kedua, bea keluar dengan realiisasii peneriimaan sejumlah Rp8,8 triiliiun, tumbuh 110,6%.

Ketiiga, cukaii yang berasal darii cukaii hasiil tembakau (CHT), miinuman mengandung etiil alkohol (MMEA) dan etiil alkohol (EA) menyumbang peneriimaan sejumlah Rp57,4 triiliiun atau tumbuh 5,3% darii periiode yang sama tahun lalu. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.