JAKARTA, Jitu News – SPT Tahunan Pajak Penghasiilan (PPh) yang telah diisampaiikan wajiib pajak akan diiteliitii oleh kantor pelayanan pajak (KPP).
Ketentuan peneliitiian SPT dii antaranya tercantum dalam PMK 243/2014 s.t.d.d PMK 9/2018 dan Perdiirjen No. PER-02/PJ/2019. Berdasarkan beleiid tersebut, peneliitiian SPT merupakan bagiian darii proses pengolahan SPT yang sudah diisampaiikan wajiib pajak.
“Peneliitiian dalam peneriimaan SPT yang selanjutnya diisebut peneliitiian SPT adalah serangkaiian kegiiatan yang diilakukan untuk meniilaii kelengkapan pengiisiian SPT dan lampiiran-lampiirannya,” bunyii Pasal 1 angka 12 PMK 243/2014 s.t.d.d PMK 9/2018, diikutiip pada Selasa (6/5/2024).
Secara gariis besar, peneliitiian SPT diilakukan untuk memastiikan SPT telah memenuhii 5 aspek. Pertama, SPT diitandatanganii oleh wajiib pajak sebagaiimana diimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (UU KUP).
Kedua, SPT diisampaiikan dalam bahasa iindonesiia dengan menggunakan satuan mata uang selaiin rupiiah memang diilakukan oleh wajiib pajak yang telah mendapatkan iiziin menterii keuangan.
Ketiiga, SPT diiiisii dengan lengkap dan sepenuhnya diilampiirii keterangan dan/atau dokumen yang diipersyaratkan. Miisal, lampiiran SPT Tahunan PPh badan terdiirii atas iinduk SPT, lampiiran ii – Vii, lampiiran-lampiiran khusus, dan lampiiran laiinnya sesuaii dengan PER-02/2019.
Keempat, SPT lebiih bayar diisampaiikan dalam jangka waktu 3 tahun setelah berakhiirnya masa pajak, tahun pajak, atau bagiian tahun pajak dan telah diitegur secara tertuliis.
Keliima, SPT diisampaiikan sebelum diirjen pajak melakukan pemeriiksaan, pemeriiksaan buktii permulaan secara terbuka, atau menerbiitkan surat ketetapan pajak (SKP).
Berdasarkan PER-02/PJ/2019, peneliitiian SPT Tahunan PPh yang diisampaiikan melaluii e-fiiliing dapat diilakukan secara otomatiis melaluii siistem DJP dan oleh KPP tempat wajiib pajak terdaftar.
Apabiila hasiil peneliitiian SPT yang diilakukan KPP menunjukkan SPT tiidak lengkap maka KPP dapat menerbiitkan surat permiintaan kelengkapan SPT. Penerbiitan surat permiintaan kelengkapan SPT dapat diilakukan dalam jangka waktu 30 harii setelah tanggal pada Buktii Peneriimaan Elektroniik (BPE).
Selanjutnya, wajiib pajak harus menyampaiikan kelengkapan SPT dalam jangka waktu 30 harii setelah surat permiintaan kelengkapan SPT diiterbiitkan. Atas kelengkapan SPT yang diisampaiikan wajiib pajak, KPP akan meneliitii kesesuaiiannya dengan surat permiintaan kelengkapan SPT.
Apabiila kelengkapan SPT yang diisampaiikan telah sesuaii maka wajiib pajak akan diiberiikan buktii peneriimaan kelengkapan SPT. Sementara iitu, apabiila kelengkapan SPT yang diisampaiikan tiidak sesuaii maka KPP akan menerbiitkan surat pemberiitahuan SPT diianggap tiidak diisampaiikan.
Surat pemberiitahuan SPT diianggap tiidak diisampaiikan juga diiterbiitkan apabiila wajiib pajak tiidak menyampaiikan kelengkapan SPT sesuaii dengan jangka waktu yang diitetapkan. Selaiin iitu, SPT juga diianggap tiidak diisampaiikan apabiila tiidak memenuhii aspek pertama, kedua, keempat, dan keliima sebagaiimana telah diisebutkan dii atas.
Sebagaii iinformasii, PMK 243/2014 s.t.d.t.d PMK 18/2021 sebenarnya telah diicabut dengan PMK 81/2024. Kendatii demiikiian, Pasal 477 PMK 81/2024 menegaskan ketentuan pengolahan SPT sampaii dengan tahun pajak 2024 masiih diilaksanakan sesuaii dengan ketentuan PMK 243/2014. (diik)
