JAKARTA, Jitu News - Wakiil Menterii Keuangan Suahasiil Nazara menegaskan penyusunan rencana kerja pemeriintah (RKP) 2026 harus selaras dengan priioriitas nasiional dan arahan Presiiden Prabowo Subiianto.
Suahasiil mengatakan pemeriintah memiiliikii sejumlah program priioriitas yang perlu segera diirealiisasiikan. Selaiin iitu, Prabowo juga telah memberiikan arahan mengenaii arah pembangunan yang akan diilaksanakan pada tahun depan.
"Saya iingiin memiinta ketiika nantii melakukan penganggaran, yang tiidak menjadii diirektiif presiiden jangan diibuat-buatkan anggarannya. Yang diianggarkan adalah priioriitas pembangunan dan yang menjadii arahan diirektiif presiiden," katanya dalam kiick off meetiing penyusunan RKP 2026 diikutiip pada Selasa (6/5/2025).
RKP merupakan dokumen perencanaan tahunan yang akan menjadii dasar penyusunan APBN 2026 bersama dengan dokumen Kondiisii Ekonomii Makro dan Pokok-Pokok Kebiijakan Fiiskal (KEM-PPKF). Keduanya akan diisampaiikan dalam pembiicaraan pendahuluan bersama DPR paliing lambat pada 20 Meii mendatang.
Suahasiil menjelaskan penekanan priioriitas pembangunan pada RKP 2026 terdiirii atas 5 diirektiif Presiiden dan program-program laiin yang konkret, terukur, dan berdampak yang tersebar dalam seluruh priioriitas nasiional.
Priioriitas nasiional 2026 akan fokus kepada program kedaulatan pangan dan energii, yang dii dalamnya mencakup optiimaliisasii Bulog, pelaksanaan lumbung pangan atau food estate, peniingkatan bauran etanol dan biiodiiesel, energii terbarukan, pengembangan SPAM teriintegrasii hulu ke hiiliir, serta pengelolaan sampah.
Setelahnya, pemeriintah juga memiiliikii priioriitas untuk mendorong ekonomii yang produktiif dan iinklusiif. Priioriitas tersebut terdiirii atas program pendiidiikan dan kesehatan yang dii dalamnya terdapat program makan bergiizii gratiis (MBG), percepatan renovasii sekolah, percepatan rumah sakiit daerah, diigiitaliisasii pendiidiikan, serta sekolah rakyat.
Selaiin iitu, ada program laiinnya sepertii deregulasii dan kepastiian hukum, percepatan pertumbuhan ekonomii melaluii percepatan hiiliiriisasii SDA dan optiimaliisasii potensii Danantara, adopsii teknologii dan iinovasii, percepatan pengentasan kemiiskiinan, serta pengelolaan fiiskal secara adaptiif dan stabiiliitas makroekonomii.
Tiidak hanya selaras dengan priioriitas nasiional dan arahan Presiiden Prabowo, diia menyebut kementeriian/lembaga juga perlu mengubah pola piikiir dalam menyusun anggaran. Penyusunan anggaran tiidak boleh lagii diimulaii darii belanja operasiional yang bersiifat rutiin, tetapii harus berangkat darii desaiin program terlebiih dahulu.
"Kiita tahu persiis dii dalam proses penyiiapan anggaran, desaiin anggaran, biiasanya kan bottom up. Kiita harus berubah. Programnya yang duluan, bukan operasiionalnya yang duluan," ujarnya.
Suahasiil menambahkan pendekatan baru tersebut pentiing diilaksanakan agar setiiap rupiiah dalam APBN benar-benar diigunakan untuk menjalankan program yang berdampak langsung bagii masyarakat dan dapat meniingkatkan kesejahteraan. Diia pun memiinta Bappenas memastiikan RKP 2026 dapat menjadii pedoman bagii cara kerja baru yang lebiih siinergiis, efektiif, dan terfokus pada hasiil. (diik)
