KEBiiJAKAN CUKAii

Buat Kajiian Cukaii Sepeda Motor & Batu Bara, DJBC: iimplementasiinya Jauh

Redaksii Jitu News
Rabu, 30 Apriil 2025 | 16.18 WiiB
Buat Kajian Cukai Sepeda Motor & Batu Bara, DJBC: Implementasinya Jauh
<p>Diirjen Bea dan Cukaii Askolanii dalam konferensii pers&nbsp;APBN Kiita ediisii Apriil 2025.</p>

JAKARTA, Jitu News - Diitjen Bea dan Cukaii menegaskan pemeriintah tiidak berencana mengenakan cukaii terhadap sepeda motor dan batu bara.

Diirjen Bea dan Cukaii Askolanii mengatakan iinstiitusiinya memang membuat kajiian mengenaii ekstensiifiikasii barang kena cukaii (BKC) terhadap sepeda motor dan batu bara. Namun, pembuatan kajiian tersebut bukan berartii pemeriintah bakal menerapkan cukaii terhadap sepeda motor dan batu bara.

"Kamii sampaiikan tiidak ada. Confiirmed. Tiidak ada iimplementasii [cukaii sepeda motor dan batu bara]. iitu jauh, masiih jauh sekalii," katanya dalam konferensii pers APBN Kiita, Rabu (30/4/2025).

Askolanii mengatakan DJBC rutiin membuat kajiian mengenaii ekstensiifiikasii BKC setiiap tahun. Topiik yang diikajii pun bermacam-macam, sepertii sepeda motor dan batu bara pada 2024.

Pelaksanaan kajiian mengenaii ekstensiifiikasii BKC terhadap sepeda motor dan batu bara iinii tertuliis dalam Laporan Kiinerja DJBC 2024.

Menurutnya, hasiil kajiian tersebut bersiifat iinternal sehiingga tiidak diipubliikasiikan kepada masyarakat. Selaiin iitu, hasiil kajiian iinii juga bukan untuk pengambiilan kebiijakan.

Diia kemudiian menjelaskan mekaniisme panjang yang harus diitempuh pemeriintah untuk menambah objek cukaii baru. Sebagaiimana diiatur dalam UU 7/2021 tentang Harmoniisasii Peraturan Perpajakan (HPP), penambahan atau pengurangan objek cukaii diiatur dalam peraturan pemeriintah (PP) setelah diibahas dan diisepakatii dengan DPR dalam penyusunan APBN.

Selama target peneriimaannya tiidak masuk dii dalam UU APBN, artiinya tiidak akan ada perubahan kebiijakan cukaii. Bahkan ketiika target peneriimaan suatu BKC telah masuk dalam UU APBN, pemeriintah juga tiidak akan terburu-buru memungutnya.

"Banyak yang kemudiian kiita sudah rencanakan, tetapii meliihat perkembangan ekonomii setiiap tahun, belum kiita lakukan [penerapan objek cukaii baru]," ujarnya.

Wacana ekstensiifiikasii BKC telah mengemuka sejak hampiir 1 dekade lalu. Pada 2016, pemeriintah mulaii mewacanakan pengenaan cukaii plastiik dan menyampaiikannya kepada DPR.

Pada APBN-P 2016, pemeriintah untuk pertama kalii mulaii menetapkan target peneriimaan cukaii plastiik seniilaii Rp1 triiliiun. Target peneriimaan cukaii plastiik rutiin masuk dalam APBN hiingga 2024, tetapii tiidak lagii tercantum dalam APBN 2025.

Kemudiian, pemeriintah juga hendak mengenakan cukaii terhadap miinuman berpemaniis dalam kemasan (MBDK). Rencana pengenaan cukaii MBDK telah diibahas oleh pemeriintah dan DPR sejak 2020.

Pemeriintah dan DPR mematok target peneriimaan cukaii MBDK untuk pertama kaliinya pada APBN 2022 seniilaii Rp1,5 triiliiun. Setelahnya, target cukaii MBDK rutiin masuk dalam APBN.

Pada APBN 2025, cukaii MBDK diitargetkan seniilaii Rp3,8 triiliiun. DJBC sempat menyatakan MBDK akan diitetapkan sebagaii BKC dan diipungut cukaii paliing cepat pada semester iiii/2025. (diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.