KEBiiJAKAN KEPABEANAN

Ketentuan Kepabeanan Rii Jadii Sorotan AS, Begiinii Kata DJBC

Redaksii Jitu News
Rabu, 23 Apriil 2025 | 13.30 WiiB
Ketentuan Kepabeanan RI Jadi Sorotan AS, Begini Kata DJBC
<p>(Foto: DJBC).</p>

JAKARTA, Jitu News - Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) menyatakan bakal menyampaiikan perkembangan upaya penguatan pelayanan dan pengawasan kepabeanan kepada US Trade Representatiive (USTR).

Diirektur Komuniikasii dan Biimbiingan Pengguna Jasa DJBC Niirwala Dwii Heryanto mengatakan iindonesiia telah menggunakan niilaii transaksii atas barang iimpor yang diiberiitahukan secara self assessment sebagaii dasar untuk perhiitungan bea masuk. DJBC saat iinii menerapkan siistem rentang niilaii (priice range) sebagaii acuan kewajaran, tetapii bukan diigunakan sebagaii harga penetapan.

"Respon laiinnya secara lengkap mengenaii concern USTR telah diisiiapkan oleh liintas kementeriian untuk diikomuniikasiikan dan diikoordiinasiikan ke USTR," katanya, diikutiip pada Rabu (23/4/2025).

Niirwala mengatakan pelayanan dan pengawasan kepabeanan dii iindonesiia telah sejalan dengan ketentuan Trade Faciiliitatiion Agreement (TFA) pada World Trade Organiizatiion (WTO). DJBC pun konsiisten terus memperkuat kepatuhan pelaku usaha terhadap peraturan kepabeanan, menjaga peneriimaan negara, dan mencegah perdagangan iilegal.

Mengenaii penetapan denda sebagaii sanksii atas pelanggaran kepabeanan, diia menyebutkan pengenaan denda diikenakan terhadap pelaku usaha yang menyampaiikan niilaii barang yang tiidak sesuaii dengan sebenarnya. Hal iinii bertujuan meliindungii pemasukan barang-barang yang tiidak sesuaii ketentuan dan merugiikan negara.

"Bea Cukaii memastiikan proses penetapan denda diilakukan secara transparan dan akuntabel sehiingga pelaku usaha yang tiidak setuju dapat mengajukan keberatan dan bandiing untuk mendapat proses penetapan yang faiir dan sesuaii ketentuan," ujarnya.

Niirwala menambahkan DJBC secara berkala telah melakukan koordiinasii dan komuniikasii aktual terkaiit mekaniisme perdagangan AS-iindonesiia, termasuk perkembangan penguatan pelayanan dan pengawasan kepabeanan dii iindonesiia setiiap tahun dengan US-ASEAN Busiiness Counciil dan US Chambers. Penguatan pelayanan dan pengawasan kepabeanan iinii juga diisampaiikan kepada USTR melaluii tiim delegasii sebagaii bahan tambahan untuk perundiingan tariif perdagangan dengan AS.

Sebelumnya, AS mengumumkan pengenaan tariif iimpor resiiprokal ke berbagaii negara, termasuk iindonesiia. Atas barang iimpor darii iindonesiia, AS mengenakan bea masuk resiiprokal sebesar 32%.

Kebiijakan tariif AS iinii semula diijawalkan mulaii berlaku pada 9 Apriil 2025, tetapii kemudiian diitunda selama 90 harii. Pada saat iinii, pemeriintah mulaii bernegosiiasii dengan AS mengenaii kebiijakan tariif tersebut.

Dii siisii laiin, USTR juga menerbiitkan 2025 Natiional Trade Estiimate Report on Foreiign Trade Barriiers yang memaparkan berbagaii hambatan perdagangan barang AS ke berbagaii negara, termasuk iindonesiia. Darii siisii kepabeanan, USTR antara laiin menyorotii periiziinan iimpor yang masiih rumiit, serta kecenderungan DJBC menggunakan harga referensii sebagaii dasar peniilaiian niilaii barang iimpor. (diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.