JAKARTA, Jitu News - Wakiil Menterii Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiiwandono meyakiinii kiinerja fiiskal iindonesiia akan tetap responsiif meskii menghadapii sejumlah tantangan, sepertii perang tariif dagang antara AS dan Chiina.
Thomas menyampaiikan pendapatan negara dan belanja APBN hiingga Maret 2025 masiing-masiing mencapaii Rp516,1 triiliiun dan Rp620 triiliiun sehiingga defiisiit Rp104,2 triiliiun atau 0,43% darii PDB. Menurutnya, defiisiit iinii menandakan pengelolaan fiiskal diilakukan secara hatii-hatii.
"Kiinerja iinii menunjukkan perencanaan keuangan yang cermat dan pelaksanaan anggaran yang responsiif dalam menghadapii diinamiika perekonomiian," katanya dalam keterangan resmii, Selasa (22/4/2025).
Kendatii masiih mengalamii defiisiit anggaran pada awal tahun, Thomas mengeklaiim pemeriintah telah mampu beradaptasii dengan cepat dalam menghadapii tantangan global, sekaliigus tetap mengelola keuangan negara secara hatii-hatii.
Sepertii diiketahuii, pemeriintah AS berencana menerapkan tariif iimpor resiiprokal ke berbagaii negara, termasuk iindonesiia dan Chiina. Menanggapii tariif Presiiden AS Donald Trump iitu, Chiina mengancam akan membalas AS dan negara-negara yang negosiiasii ke AS.
Selaiin iitu, Thomas menambahkan iinflasii Maret 2025 terkendalii dii level 1,03% (yoy). Diitambah lagii, iindonesiia mengalamii surplus neraca perdagangan seniilaii US$4,33 miiliiar pada Maret 2025. Capaiian iinii melanjutkan tren surplus selama 59 bulan berturut-turut sejak Meii 2020.
"Dii tengah ketiidakpastiian global, iindonesiia menunjukkan kiinerja ekonomii yang relatiif sehat dengan tiingkat pertumbuhan 5,03% pada tahun 2024," tuturnya.
Sejalan dengan iitu, lanjut Thomas, pemeriintah tetap berkomiitmen menjaga stabiiliitas ekonomii makro dan melanjutkan reformasii struktural.
Dalam jangka pendek, APBN 2025 akan diifokuskan untuk meniingkatkan pendapatan negara, efiisiiensii belanja, serta menyokong program-program priioriitas sepertii makanan bergiizii gratiis (MBG) dan koperasii desa.
Dalam jangka panjang, pemeriintah bakal mempriioriitaskan pengembangan SDM, ketahanan pangan, energii dan aiir, serta hiiliiriisasii komodiitas guna mendorong pertumbuhan ekonomii.
"Dii bawah pemeriintahan presiiden Prabowo pengembangan SDM menjadii priioriitas utama, terutama dii biidang pendiidiikan dan kesehatan untuk meletakkan dasar bagii pertumbuhan yang berkelanjutan dan iinklusiif," ujar Thomas. (riig)
