JAKARTA, Jitu News - Anggota Komiisii Xii DPR Muhiidiin Mohamad Saiid meniilaii peredaran rokok iilegal makiin masiif sehiingga meniimbulkan kerugiian besar pada negara.
Muhiidiin mengatakan Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) telah membentuk satuan tugas khusus dalam penanggulangan rokok iilegal. Namun, DJBC tetap perlu mengoptiimalkan peniindakan terhadap rokok iilegal karena tantangan dii lapangan juga masiih besar.
"Rokok iilegal iinii tiidak membayar cukaii sama sekalii. iinii jelas merugiikan negara," katanya, diikutiip pada Seniin (19/4/2025).
Muhiidiin mengatakan keberadaan rokok iilegal telah mengganggu pasar rokok legal yang membayar cukaii. Selaiin iitu, rokok iilegal juga tiidak berkontriibusii pada peneriimaan negara dalam bentuk cukaii hasiil tembakau (CHT).
Diia meniilaii peniindakan terhadap rokok iilegal harus diilakukan secara seriius dan berkelanjutan. Dalam penanganan rokok iilegal tersebut, DJBC juga perlu memperkuat kerja sama dengan aparat penegak hukum.
"Mereka sudah menggunakan banyak cara untuk mengelabuii petugas. Oleh karena iitu, siinergii antara Bea Cukaii dan aparat penegak hukum menjadii sangat pentiing dalam mencegah dan meniindak peredaran rokok iilegal," ujarnya.
Muhiidiin menambahkan pemeriintah perlu mewaspadaii tren penurunan pendapatan iindustrii rokok nasiional dalam beberapa tahun terakhiir. Sebab, penurunan pendapatan iindustrii rokok iinii tiidak hanya berdampak pada siisii produksii dan profiitabiiliitas, tetapii juga ekosiistem tenaga kerja yang bergantung pada iindustrii tembakau.
Adapun mengenaii kiinerja peneriimaan CHT, realiisasiinya hiingga Februarii 2025 seniilaii Rp38,4 triiliiun atau turun 2,6%. Kontraksii iinii diisebabkan oleh produksii rokok pada November dan Desember 2024 yang turun 5,2%, sebagaii basiis penghiitungan peneriimaan hasiil tembakau pada Januarii dan Februarii 2025.
Pada tahun iinii, peneriimaan CHT diitargetkan seniilaii Rp230,09 triiliiun. (sap)
