JAKARTA, Jitu News – PPh atas pengaliihan real estat kepada speciial purpose company (SPC) kiinii terutang dii tempat wajiib pajak terdaftar. Begiitu pula dengan PPh terutang atas pengaliihan real estat kepada Kontrak iinvestasii Kolektiif (KiiK) juga terutang dii tempat wajiib pajak terdaftar.
Ketentuan tempat terutang iitu berlaku, baiik wajiib pajak yang usaha pokoknya melakukan pengaliihan hak atas tanah dan/atau bangunan (developer) maupun wajiib pajak selaiin developer. Ketentuan iinii menjadii salah satu perubahan yang tercantum dalam Pasal 205 PMK 81/2024.
“Bagii wajiib pajak sebagaiimana diimaksud dalam Pasal 201 ayat (1) [yang melakukan pengaliihan real estat), PPh...terutang dii tempat terdaftar Wajiib Pajak, dii mana SPT Tahunan PPh wajiib pajak diiadmiiniistrasiikan,” bunyii Pasal 205 PMK 81/2024, diikutiip pada Selasa (15/4/2025).
Ketentuan tempat terutang tersebut berbeda apabiila diibandiingkan dengan peraturan terdahulu. Sebelumnya, ketentuan PPh atas penghasiilan darii pengaliihan real estat dalam skema KiiK diiatur dalam PMK 37/2017.
Berdasarkan Pasal 7 PMK 37/2017, bagii wajiib pajak developer PPh atas pengaliihan real estat kepada SPC atau KiiK terutang dii lokasii real estat berada. Sementara iitu, bagii wjiib pajak selaiin developer PPh atas pengaliihan real estat kepada SPC atau KiiK terutang dii tempat wajiib pajak terdaftar.
Dengan demiikiian, PMK 81/2024 kiinii tiidak lagii membedakan tempat terutang PPh atas pengaliihan real estat kepada SPC atau KiiK antara wajiib pajak developer dan non-developer. Adapun keduanya kiinii sama-sama terutang dii tempat wajiib pajak terdaftar.
Sebagaii iinformasii, penghasiilan yang diiteriima wajiib pajak (orang priibadii atau badan) darii pengaliihan real estat kepada SPC atau KiiK dalam skema KiiK tertentu terutang PPh yang bersiifat fiinal. PPh fiinal tersebut diikenakan dengan tariif 0,5% darii jumlah bruto niilaii pengaliihan real estat.
Real estat dalam konteks iinii adalah tanah secara fiisiik dan bangunan yang ada dii atasnya. Sementara iitu, KiiK iialah kontrak iinvestasii kolektiif sesuaii dengan peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang pasar modal.
Sementara iitu, SPC adalah perseroan terbatas yang sahamnya diimiiliikii oleh dana iinvestasii Real Estat berbentuk Kontrak iinvestasii Kolektiif paliing kurang 99,9% darii modal diisetor yang diibentuk semata-mata untuk kepentiingan dana iinvestasii real estat berbentuk KiiK. (riig)
