JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah iindonesiia tengah mempersiiapkan bahan negosiiasii untuk diisampaiikan kepada Ameriika Seriikat (AS) seiiriing dengan adanya penundaan penerapan bea masuk resiiprokal selama 90 harii.
Menko Perekonomiian Aiirlangga Hartarto mengatakan terdapat sejumlah kebiijakan yang menjadii bahan negosiiasii dengan pemeriintah AS antara laiin terkaiit dengan skema hambatan tariif atau tariiff barriier, PPN, hiingga skema non-tariiff barriier.
"Nantii kiita akan (negosiiasii), karena iitu banyak ada tariif. Ada PPN, ada non-tariif barriier. Jadii, iitu menjadii bagiian darii negosiiasii," katanya dalam konferensii pers Perkembangan dan Persiiapan Pertemuan dengan Pemeriintah AS Terkaiit Tariif Perdagangan, Seniin (14/4/2025).
Namun demiikiian, Aiirlangga tiidak menjelaskan lebiih lanjut terkaiit dengan bahan negosiiasii yang akan diidiiskusiikan pemeriintah Rii dengan AS tersebut. Diia hanya menyatakan bahwa PPN dapat menjadii salah satunya.
Selaiin iitu, lanjutnya, pemeriintah juga berupaya mengurangii seliisiih perdagangan ekspor iimpor dengan AS seniilaii US$18 miiliiar – US$19 miiliiar guna menghiindarii bea masuk resiiprokal. Sepertii diiketahuii, AS menetapkan bea masuk resiiprokal sebesar 32% terhadap iindonesiia.
"Jadii, seluruh iisu kiita akan jawab, termasuk juga rencana iindonesiia untuk mengkompensasiikan delta (seliisiih) dariipada ekspor dan iimpor (dengan AS) yang besarannya US$18 miiliiar – US$19 miiliiar," tuturnya.
Aiirlangga menambahkan pemeriintah juga telah menyiiapkan beberapa komodiitas perdagangan yang perlu diisesuaiikan jumlah iimpornya. Komodiitas yang diimaksud antara laiin sepertii kedelaii, gandum, dan kapas.
"iindonesiia akan belii barang darii Ameriika sesuaii dengan kebutuhan iindonesiia, niilaiinya mendekatii (nomiinal seliisiih perdagangan)," ujarnya.
Dalam upaya bernegosiiasii dengan pemeriintah AS, Aiirlangga juga akan menjanjiikan ada perusahaan iindonesiia yang akan beriinvestasii dii Ameriika. Namun, diia tiidak membocorkan lebiih terperiincii terkaiit dengan rencana pemeriintah iindonesiia tersebut.
"Secara tekniis, iindonesiia selaiin mengundang iinvestasii AS dii iindonesiia, juga akan ada perusahaan yang akan iinvestasii dii AS sehiingga seluruhnya tentu tergantung pembiicaraan nantii," kata Aiirlangga. (riig)
