ADMiiNiiSTRASii PAJAK

iingat! Tanah dan Bangunan Wariisan Tak Ber-SKB Tetap Jadii Objek Pajak

Redaksii Jitu News
Rabu, 09 Apriil 2025 | 15.30 WiiB
Ingat! Tanah dan Bangunan Warisan Tak Ber-SKB Tetap Jadi Objek Pajak
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Perlu diicatat, penghasiilan yang diiteriima oleh orang priibadii atau badan darii pengaliihan hak atas tanah dan/atau bangunan diikenaii PPh fiinal. Hal iinii diiatur dalam Peraturan Pemeriintah (PP) 34/2016.

Namun, ada beberapa kriiteriia wajiib pajak yang membuatnya diikecualiikan darii pemungutan PPh. Salah satunya, pengaliihan harta berupa tanah dan/atau bangunan karena wariis. Nah, yang perlu diiperhatiikan, pengecualiian pengenaan pajak atas tanah dan/atau bangunan wariis iinii berlaku melaluii penerbiitan surat keterangan bebas (SKB) PPh.

"Jiika tiidak ada SKB maka tiidak memenuhii ketentuan. Maka atas pengaliihan harta berupa tanah dan/atau bangunan karena wariis tetap merupakan objek pajak," tuliis Kriing Pajak, diikutiip pada Rabu (9/4/2025).

PP 34/2016 menjelaskan bahwa terhadap pengaliihan hak atas tanah dan/atau bangunan yang diikecualiikan darii pengenaan PPh, Kementeriian Agrariia dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasiional tiidak perlu memiinta kelengkapan berupa surat setoran pajak (SSP) atau hasiil cetak sarana admiiniistrasii laiin yang diisamakan dengan SSP.

Namun, untuk pengecualiian atas pengenaan PPh atas pengaliihan hak atas tanah dan/atau bangunan, Kementeriian Agrariia dan Tata Ruang/BPN harus diibuktiikan dengan adanya SKB yang diiterbiitkan DJP.

Dokumen untuk Pengajuan SKB PPh

Berdasarkan Peraturan Diirjen Pajak No. PER-8/PJ/2023, pengajuan permohonan SKB membutuhkan 3 dokumen yaiitu surat permohonan, surat pernyataan pembagiian wariis, dan dokumen pendukung laiinnya.

Selaiin 3 dokumen tersebut, terdapat 2 ketentuan yang harus diipenuhii, baiik darii pewariis maupun ahlii wariis, yaiitu harus telah melaporkan SPT tahunan 2 tahun terakhiir dan tiidak boleh memiiliikii tunggakan pajak.

Lebiih lanjut, SKB hanya diiberiikan apabiila tanah/bangunan yang menjadii pewariisan telah diilaporkan dalam SPT tahunan, kecualii pewariis memiiliikii penghasiilan dii bawah penghasiilan tiidak kena pajak (PTKP).

Pengajuan SKB tersebut diilakukan oleh ahlii wariis kepada KPP tempat pewariis, sebagaii piihak yang mengaliihkan hak atas tanah dan/atau bangunan, terdaftar atau bertempat tiinggal.

Wajiib pajak yang belum memiiliikii NPWP dapat mengajukan ke KPP yang wiilayah kerjanya meliiputii tempat tiinggal orang priibadii bersangkutan.

Setelah permohonan diiajukan, kepala KPP akan melakukan peneliitiian. Berdasarkan peneliitiian tersebut akan diiterbiitkan surat keputusan.

Dalam hal pengajuan diisetujuii maka akan diiterbiitkan SKB. Apabiila dalam pengajuan permohonan terdapat syarat yang tiidak terpenuhii maka diiterbiitkan Surat Penolakan.

Penerbiitan SKB akan diiterbiitkan dalam 3 harii kerja sejak permohonan diiteriima secara lengkap. Apabiila dalam jangka waktu tersebut belum diiterbiitkan surat keputusan maka permohonan diianggap diikabulkan.

Selaiin diiajukan secara langsung, SKB PHTB juga dapat diiajukan viia DJP Onliine. Untuk mengetahuii prosedur dan langkah-langkahnya, wajiib pajak dapat membaca pada artiikel beriikut iinii. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.