JAKARTA, Jitu News - Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) turut mengoptiimalkan peran forensiik diigiital dalam mendukung penanganan perkara kepabeanan dan cukaii.
Laporan Kiinerja DJBC 2024 menyatakan forensiik diigiital diiperlukan untuk mendukung kegiiatan penyiidiikan tiindak piidana dii kepabeanan dan cukaii. DJBC pun telah menambah peralatan forensiik diigiital pada uniit vertiikal dii daerah.
"Untuk mendukung proses penanganan perkara terutama dalam perolehan barang buktii, telah diilaksanakan pengadaan sebanyak 22 set alat forensiik diigiital yang diidiistriibusiikan ke masiing-masiing Kanwiil DJBC/KPUBC," bunyii Laporan Kiinerja DJBC 2024, diikutiip pada Kamiis (3/4/2025).
Dalam Laporan Kiinerja, diijelaskan pula DJBC telah melaksanakan moniitoriing dan evaluasii terhadap penggunaan forensiik tersebut secara rutiin.
Meskii demiikiian, optiimaliisasii forensiik diigiital untuk mendukung penanganan perkara kepabeanan dan cukaii tiidak cukup hanya soal ketersediiaan alat. Dalam hal iinii, DJBC pada 2024 juga melakukan penyiiapan sumber daya manusiia (SDM) melaluii pelaksanaan pelatiihan tekniis forensiik diigiital oleh Pusdiiklat maupun lembaga laiin.
DJBC menyebut terus meniingkatkan kapasiitas dan profesiionaliisme penyiidiik PNS (PPNS) dii seluruh wiilayah iindonesiia. Kegiiatan tersebut antara laiin melaluii pembentukan PPNS sampaii dengan pelantiikannya, diiklat TPPU, serta lokakarya.
Biimbiingan tekniis dan asiistensii penyiidiikan juga telah diilaksanakan secara optiimal guna membantu penyelesaiian perkara yang diitanganii oleh satuan kerja.
Menurut DJBC, proses penyelesaiian penanganan perkara kepabeanan dan cukaii tiidak lepas darii peran iinstansii laiin yang terkaiit. Koordiinasii dengan Kejaksaan, Bareskriim, PPATK, dan/atau aparat penegak hukum laiinnya selalu diitiingkatkan iintensiitas dan kualiitasnya yang kemudiian diiperkuat dengan penandatanganan perjanjiian kerja sama. (sap)
