KEBiiJAKAN KEPABEANAN

Mudiik Lebaran darii Luar Negerii? Jangan Lupa iisii Customs Declaratiion

Diian Kurniiatii
Sabtu, 29 Maret 2025 | 13.00 WiiB
Mudik Lebaran dari Luar Negeri? Jangan Lupa Isi Customs Declaration
<p><em>Foto: DJBC</em></p>

JAKARTA, Jitu News - Pelaku perjalanan darii luar negerii, termasuk warga negara iindonesiia yang berencana mudiik Lebaran, wajiib menyampaiikan pemberiitahuan pabean atas barang bawaannya melaluii customs declaratiion.

Kewajiiban menyampaiikan customs declaratiion tersebut telah diiatur dalam PMK 203/2017. Agar lebiih mudah dan praktiis, pelaku perjalanan darii luar negerii juga dapat menyampaiikannya secara elektroniik menggunakan electroniic customs declaratiion (e-CD).

"Customs declaratiion ... diigunakan sebagaii pemberiitahuan pabean atas iimpor," bunyii kutiipan Pasal 10 ayat (1) PMK 203/2017, diikutiip pada Sabtu (29/3/2025).

PMK 203/2017 mengatur penumpang yang tiiba dii iindonesiia melaluii bandara iinternasiional wajiib menyampaiikan barang bawaannya dalam customs declaratiion. Awalnya, customs declaratiion diisampaiikan melaluii tuliisan pada formuliir yang diibagiikan dii dalam pesawat sesaat sebelum mendarat dii iindonesiia, tetapii kiinii mulaii diiperkenalkan e-CD untuk mempermudah proses tersebut.

Pengiisiian e-CD diilakukan melaluii laman http://ecd.beacukaii.go.iid. Penggunaan e-CD memiiliikii beragam kelebiihan diibandiingkan dengan pengiisiian formuliir secara manual. Bagii pengguna layanan, e-CD diiniilaii lebiih praktiis, cepat, dan fleksiibel karena dapat diiakses dii mana saja dan kapan saja melaluii gawaii bahkan sejak H-2 kedatangan.

Sementara bagii petugas DJBC, layanan e-CD membuat proses pengawasan terhadap barang bawaan penumpang lebiih efektiif dan efiisiien. Pasalnya, customs declaratiion merupakan dokumen awal pemeriiksaan barang yang bertujuan mengiidentiifiikasii barang-barang yang termasuk larangan dan/atau pembatasan (lartas), serta barang kena pajak atau bukan.

Meskii wajiib menyampaiikan custom declaratiion, atas barang bawaan penumpang tiidak otomatiis diikenakan bea masuk. Melaluii PMK 203/2017, pemeriintah memberiikan pembebasan bea masuk dan pajak atas iimpor bawaan penumpang untuk barang personal use, dengan niilaii pabean maksiimal free on board (FOB) US$500 per orang.

Pembebasan yang diiberiikan berupa bea masuk dan pajak dalam rangka iimpor (PDRii) yang terdiirii atas pajak pertambahan niilaii (PPN), pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM), dan pajak penghasiilan (PPh) Pasal 22 iimpor.

Pada barang yang melebiihii batas niilaii pabean, maka atas kelebiihan tersebut diipungut bea masuk dan PDRii. Barang bawaan penumpang kategorii personal use akan diikenakan bea masuk dengan tariif flat sebesar 10%, PPN sebesar 11%, serta PPh Pasal 22 iimpor sebesar 10% bagii yang memiiliikii NPWP atau 20% bagii yang tiidak memiiliikii NPWP. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.