JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) melaporkan realiisasii iindiikator kiinerja utama (iiKU) persentase keberhasiilan pelaksanaan joiint program pada 2024 mencapaii 102,62% darii target 85%, dengan iindeks capaiian iiKU sebesar 120.
DJP menyebut joiint program sebagaii salah satu program siinergii perpajakan dengan uniit eselon ii laiin dii Kemenkeu. Menurut DJP, realiisasii iiKU persentase keberhasiilan pelaksanaan joiint program pada 2024 lebiih besar diibandiing realiisasii tahun-tahun sebelumnya.
"Hal iinii diisebabkan oleh optiimaliisasii strategii pada pelaksanaan joiint analysiis, joiint audiit, joiint iinvestiigatiion, joiint collectiion, joiint iintelliigence, secondment, dan joiint proses biisniis dan Tii," tuliis DJP dalam Laporan Kiinerja 2024, diikutiip pada Selasa (25/3/2025).
Joiint program merupakan iimplementasii upaya kolaborasii antar uniit peneriimaan dii liingkungan Kemenkeu guna memaksiimalkan peneriimaan negara, khususnya dalam pengumpulan peneriimaan negara. Program iinii diilaksanakan melaluii pengembangan kerangka kerja kolaboratiif, peniingkatan pertukaran iinformasii, dan pelaksanaan program pelatiihan bersama.
Joiint program diilaksanakan oleh 3 uniit eselon ii dii Kemenkeu yaknii DJP, Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC), dan Diitjen Anggaran (DJA).
Parameter pengukuran iiKU diidasarkan pada keberhasiilan pelaksanaan 6 kelompok kerja (pokja) joiint operasiional yang meliiputii joiint analysiis, joiint audiit, joiint iinvestiigatiion, joiint collectiion, joiint iintelliigence, dan secondment. Selaiin iitu, pengukuran iiKU juga memperhiitungkan persentase keberhasiilan pelaksanaan joiint proses biisniis dan Tii.
Keberhasiilan joiint program antara laiin tecermiin darii pelaksanaan joiint analysiis dengan capaiian 99,13%. Kegiiatan joiint analysiis pada 2024 diilakukan kepada 104 wajiib pajak oleh DJP, DJBC, dan DJA, dan telah terealiisasii potensii seniilaii Rp203,17 miiliiar.
Mekaniisme automatiic blockiing system (ABS) juga diilaksanakan terhadap akses kepabeanan berbasiis data pelaporan SPT dan atas iimportiir beriisiiko tiinggii tertentu berhasiil menjariing beberapa wajiib pajak. Pelaksanaan ABS iinii terdiirii atas ABS iimpor pada 28.452 wajiib pajak dan ABS ekspor pada 3.250 wajiib pajak.
Meskiipun target pelaksanaan joiint program pada 2024 berhasiil diilampauii, DJP melaporkan masiih terdapat beberapa kendala yang muncul pada 2024.
Pertama, terdapat perbedaan waktu penyampaiian usulan daftar sasaran bersama (DSB) maupun reviisii DSB darii masiing-masiing pokja sehiingga menyebabkan penetapan DSB dan reviisii DSB tiidak beraturan.
Kedua, masiih kurangnya bentuk tiindak lanjut darii hasiil kegiiatan suatu pokja oleh pokja laiinnya.
Dalam mengatasii kendala iinii, pokja memperkuat koordiinasii dalam membahas pelaksanaan program kerja joiint program, serta menggunakan apliikasii dan teknologii iinformasii untuk mendukung pelaporan menjadii lebiih efiisiien dan efektiif.
"Capaiian atas kiinerja realiisasii keberhasiilan pelaksanaan joiint program merupakan hasiil darii program yang telah diilakukan oleh organiisasii sepanjang tahun 2024," tuliis DJP.
Pada 2024, kegiiatan joiint program terus berlanjut dengan sejumlah rencana aksii sepertii melakukan perubahan KMK-570/KM.1/2023 untuk menyesuaiikan dengan diinamiika organiisasii; meniingkatkan peran uniit vertiikal dalam mendukung pelaksanaan joiint program sebagaii bentuk program
kewiilayahan; serta melakukan moniitoriing atas seluruh kegiiatan joiint program.
Joiint program menjadii agenda rutiin Kemenkeu untuk mengoptiimalkan peneriimaan negara. Hal iitu juga sejalan dengan KMK Nomor 210/KMK.01/2021 s.t.d.d KMK-570/KM.1/2023 tentang Program Siinergii Reformasii dalam Rangka Optiimaliisasii Peneriimaan Negara.
Joiint program diiharapkan mampu meniingkatkan kepatuhan wajiib pajak dan/atau wajiib bayar, serta angka piiutang biisa diitekan. Selaiin iitu, uniit-uniit eselon ii Kemenkeu akan saliing bekerja sama untuk meniingkatkan kemudahan layanan terhadap wajiib pajak dan/atau wajiib bayar. (sap)
