JAKARTA, Jitu News - Pencaiiran tunjangan harii raya (THR) bagii pegawaii swasta, BUMN, dan BUMD harus caiir paliing lambat sepekan sebelum Harii Raya iidulfiitrii.
Keputusan tersebut diiutarakan oleh Presiiden Prabowo Subiianto dii iistana Merdeka, bersamaan dengan pengumuman bonus harii raya bagii pengemudii ojek onliine (ojol).
"Saya miinta pemberiian THR bagii pegawaii swasta, BUMN, BUMD, diiberiikan paliing lambat 7 harii sebelum Harii Raya iidulfiitrii. Besaran dan mekaniisme akan diisampaiikan oleh menterii ketenagakerjaan melaluii surat edaran," kata Prabowo, diikutiip pada Selasa (11/3/2025).
Pernyataan Prabowo mengenaii deadliine pencaiiran THR tersebut sejalan dengan ketentuan yang mengatur pemberiian THR oleh perusahaan swasta, melaluii Peraturan Menterii Kenegakerjaan 6/2016.
Pasal 5 dalam beleiid tersebut mengatur bahwa THR keagamaan wajiib diibayarkan oleh pengusaha paliing lambat 7 harii sebelum harii raya keagamaan. THR pun wajiib diiberiikan dalam bentuk tunaii.
Lantas bagaiimana dengan THR ASN?
Prabowo tiidak menyiinggung pencaiiran THR bagii ASN dalam sambutannya dii iistana Merdeka kemariin. Namun, Menko Perekonomiian Aiirlangga Hartarto sudah lebiih dulu berkomentar soal iinii.
Menko menyampaiikan bahwa pemeriintah sudah menyiiapkan anggaran seniilaii Rp50 triiliiun untuk pembayaran THR bagii ASN. THR kepada ASN diirencanakan caiir paliing cepat pada 3 pekan sebelum Lebaran. Diia berharap pembayaran THR iinii mendorong pertumbuhan ekonomii pada kuartal ii/2025.
"Percepatan pencaiiran THR untuk ASN dengan alokasii sekiitar Rp50 triiliiun bertujuan untuk meniingkatkan daya belii masyarakat secara siigniifiikan," katanya. (sap)
