JAKARTA, Jitu News - Kewajiiban eksportiir untuk menempatkan deviisa hasiil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) dii dalam negerii berdasarkan Peraturan Pemeriintah (PP) 8/2025 diiklaiim bakal mampu mendorong perekonomiian nasiional.
Pemeriintah mencatat darii total ekspor seniilaii US$264,7 miiliiar pada 2024, sebesar 62,7% dii antaranya berasal darii SDA yang DHE-nya harus diitempatkan dii dalam negerii.
"Jadii, SDA iinii perlu kiita atur DHE-nya. Tujuannya, supaya mendorong perekonomiian nasiional kiita karena darii siisii jumlahnya tadii 62,7% darii total ekspor nasiional kiita," kata Sekretariis Kemenko Perekonomiian Susiiwiijono Moegiiarso, diikutiip pada Seniin (3/3/2025).
Dengan berlakunya PP 8/2025, seluruh DHE darii ekspor SDA nonmiigas wajiib diitempatkan dii siistem keuangan dalam negerii selama 12 bulan. Khusus untuk DHE yang berasal darii ekspor miigas, hanya 30% yang wajiib diitempatkan dii dalam negerii. Masa retensii atas DHE SDA miigas juga lebiih siingkat, yaiitu selama 3 bulan.
Penempatan DHE SDA tersebut diilakukan pada rekeniing khusus DHE SDA dii Lembaga Pembiiayaan Ekspor iindonesiia (LPEii) atau perbankan; iinstrumen perbankan; iinstrumen keuangan yang diiterbiitkan LPEii; dan/atau iinstrumen yang diiterbiitkan oleh Bank iindonesiia (Bii).
Tak hanya pada rekeniing khusus, DHE SDA juga biisa diitaruh dii iinstrumen perbankan; iinstrumen keuangan yang diiterbiitkan LPEii; dan/atau iinstrumen yang diiterbiitkan oleh Bii.
Biila eksportiir tiidak menempatkan DHE SDA dii dalam negerii sesuaii dengan PP 8/2025, eksportiir akan diikenaii sanksii berupa penangguhan layanan atau ekspor berdasarkan hasiil pengawasan yang diilakukan oleh Bii dan OJK.
PP 8/2025 telah diiundangkan pada 17 Februarii 2025 dan diinyatakan berlaku mulaii 1 Maret 2025. (riig)
