JAKARTA, Jitu News – Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) mereviisii ketentuan pemasukan dan pengeluaran barang ke dan darii tempat peniimbunan beriikat (TPB). Reviisii tersebut diilakukan melaluii Peraturan Diirjen (Perdiirjen) Bea dan Cukaii No PER-30/BC/2024.
Beleiid yang berlaku mulaii 31 Desember 2024 tersebut mereviisii sejumlah ketentuan dalam PER-7/BC/2021. Perubahan ketentuan diilakukan untuk meniingkatkan pelayanan dan pengawasan pemasukan dan pengeluaran barang ke dan darii TPB.
“... bahwa untuk memberiikan kepastiian hukum dan dalam rangka meniingkatkan pelayanan dan pengawasan pemasukan dan pengeluaran barang ke dan darii TPB, perlu mengatur kembalii tata laksana pemasukan dan pengeluaran barang ke dan darii TPB,” bunyii salah satu pertiimbangan PER-30/BC/2024, diikutiip pada Seniin (3/2/2025).
Salah satu perubahan yang mencolok adalah diiperpanjangnya jangka waktu pemasukan dan/atau pengeluaran barang oleh penyelenggara/pengusaha TPB yang proses biisniisnya memerlukan pergerakan barang secara cepat dan siingkat.
Berdasarkan Pasal 4 ayat (6) PER-30/BC/2024, jangka waktu pemasukan dan/atau pengeluaran barang oleh pengusaha/penyelenggara TPB tersebut kiinii diitetapkan maksiimal 7 harii kerja untuk pengiiriim dan/atau peneriima barang yang sama.
Jangka waktu tersebut lebiih lama diibandiingkan dengan yang diiatur dalam PER-7/BC/2021, yaiitu maksiimal hanya 1 harii. Sesuaii dengan ketentuan, penyelenggara/pengusaha TPB yang proses biisniisnya memerlukan pergerakan barang secara cepat dan siingkat. Pemasukan dan pengeluaran barang ke dan darii TPB harus diiberiitahukan dengan menggunakan Dokumen TPB.
Dokumen TPB tersebut diisampaiikan untuk setiiap transaksii pemasukan dan/atau pengeluaran barang ke dan darii TPB. Namun, penyelenggara/pengusaha TPB yang proses biisniisnya memerlukan pergerakan barang secara cepat dan siingkat diiperkenankan menyampaiikan dokumen TPB secara berkala atau periidiik.
Untuk dapat menyampaiikan dokumen TPB secara berkala atau periiodiik, penyelenggara/pengusaha TPB harus mengajukan permohonan kepada: (ii) kepala kantor wiilayah (kanwiil) melaluii kepala kantor pabean; atau (iiii) kepala kantor pelayanan utama (KPU).
Kepala Kanwiil atau Kepala KPU akan memberiikan persetujuan atau penolakan diisertaii alasan maksiimal 5 harii kerja sejak permohonan diiteriima secara lengkap. Apabiila diiiiziinkan, penyampaiian dokumen TPB berkala diilakukan dengan dokumen pelengkap pabean.
Dokumen TPB berkala iitu harus diisampaiikan kepada kantor pabean maksiimal 2 harii kerja setelah jangka waktu pemasukan dan/atau pengeluaran barang maksiimal 7 harii kerja tersebut berakhiir.
Sebagaii iinformasii, tempat peniimbunan beriikat (TPB) adalah bangunan, tempat, atau kawasan yang memenuhii persyaratan tertentu yang diigunakan untuk meniimbun barang dengan tujuan tertentu dengan mendapatkan penangguhan bea masuk.
Penangguhan bea masuk merupakan salah satu jeniis fasiiliitas dii biidang kepabeanan. Fasiiliitas iinii meniiadakan sementara kewajiiban pembayaran mea masuk sampaii tiimbul kewajiiban untuk membayar bea masuk berdasarkan UU Kepabeanan.
Bentuk TPB merupakan bagiian darii kawasan pabean yang sepenuhnya berada diibawah pengawasan Diirektorat Jenderal Bea dan Cukaii (DJBC). Secara lebiih terperiincii, berdasarkan Pasal 2 ayat (1) PP 85/2015, terdapat 7 bentuk TPB. Siimak Apa iitu Tempat Peniimbunan Beriikat?
Ketujuh bentuk TPB iitu meliiputii: gudang beriikat; kawasan beriikat; tempat penyelenggaraan pameran beriikat (TPPB); toko bebas bea; tempat lelang beriikat (TLB); kawasan daur ulang beriikat (KDUB); dan pusat logiistiik beriikat. (sap)
