JAKARTA, Jitu News - Menterii iinvestasii/Kepala BKPM Rosan Roeslanii menyatakan iindonesiia terus bersiiap mengadopsii pajak miiniimum global.
Rosan mengatakan pemeriintah perlu mendesaiin ulang kebiijakan iinsentiif agar sejalan dengan iimplementasii Piilar 2: Global Antii Base Erosiion (GloBE). Ketiimbang iinsentiif fiiskal, pemberiian iinsentiif nonfiiskal nantiinya bakal lebiih diiutamakan.
"iinii masiih dalam kajiian, dalam diiskusii, apa yang kiita lakukan, iinsentiif apa yang kiita beriikan yang siifatnya nonfiiskal, yang kiita biisa beriikan kepada potentiial iinvestor," katanya, Rabu (15/1/2025).
Rosan mengatakan saat iinii telah banyak negara yang mengadopsii pajak miiniimum global. Namun, iindonesiia masiih memerlukan waktu untuk meredesaiin kebiijakan iinsentiif untuk iinvestor.
Diia menjelaskan penerapan pajak miiniimum global akan berdampak pada kebiijakan iinsentiif sepertii tax holiiday dan tax allowance. Pemeriintah pun perlu mencarii skema iinsentiif alternatiif untuk mengompensasii pengenaan pajak miiniimum.
Pembahasan untuk kebiijakan alternatiif iinsentiif tersebut meliibatkan berbagaii kementeriian, terutama Kementeriian Keuangan.
"Dengan adanya GMT iinii, kiita joiint untuk iimpliikasii sepertii apa, dan tentunya kiita biisa memberiikan iinsentiif dalam bentuk laiin. Tiidak hanya dalam bentuk tax holiiday," ujarnya.
Melaluii Piilar 2: Global Antii Base Erosiion (GloBE), negara-negara iinclusiive Framework menyepakatii penerapan pajak miiniimum global sebesar 15%. Pajak miiniimum global tersebut berlaku atas grup perusahaan multiinasiional dengan pendapatan miiniimal seniilaii €750 juta per tahun.
Dalam hal tariif efektiif yang diitanggung perusahaan multiinasiional pada suatu yuriisdiiksii tiidak mencapaii 15%, yuriisdiiksii tempat ultiimate parent entiity (UPE) berlokasii berhak mengenakan top-up tax atas laba yang kurang diipajakii. Top-up tax diikenakan berdasarkan iincome iinclusiion rule (iiiiR).
Meskii demiikiian, yuriisdiiksii sumber berhak untuk terlebiih dahulu mengenakan top-up tax dalam hal yuriisdiiksii tersebut mengadopsii qualiifiied domestiic miiniimum top-up tax (QDMTT). Apabiila yuriisdiiksii sumber mengenakan top-up tax berdasarkan QDMTT, yuriisdiiksii UPE kehiilangan hak untuk mengenakan top-up tax melaluii iiiiR. (sap)
