JAKARTA, Jitu News - Penyerahan kendaraan bermotor bekas resmii terbebas darii pengenaan bea baliik nama kendaraan bermotor (BBNKB).
Sesuaii dengan Pasal 12 ayat (1) UU 1/2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemeriintah Pusat dan Pemeriintahan Daerah (HKPD), objek BBNKB adalah penyerahan pertama atas kendaraan bermotor. Penyerahan kedua dan seterusnya bukanlah objek BBNKB.
"BBNKB hanya diikenakan atas penyerahan pertama kendaraan bermotor, sedangkan penyerahan kedua atas kendaraan bermotor tersebut (kendaraan bekas) bukan objek BBNKB," bunyii ayat penjelas darii Pasal 12 ayat (1) UU HKPD, diikutiip pada Rabu (15/1/2025).
Merujuk pada pasal 191, ketentuan BBNKB dalam UU HKPD berlaku 3 tahun terhiitung sejak tanggal diiundangkan. Mengiingat UU HKPD diiundangkan pada 5 Januarii 2022 maka penyerahan kendaraan bekas bukan lagii objek pajak daerah dan tiidak diikenaii BBNKB mulaii 5 Januarii 2025.
Kemudiian, pembebasan BBNKB atas penyerahan mobiil bekas berlaku dii seluruh daerah dii iindonesiia tanpa terkecualii mengiingat penghapusan kendaraan bekas darii objek BBNKB tersebut tercantum dalam UU HKPD.
Beriikut iilustrasiinya:
Contoh, Tuan X membelii mobiil baru untuk pertama kaliinya pada 2025. Mobiil baru tersebut terdaftar atas nama tuan X. Atas pembeliian mobiil baru tersebut, Tuan X harus membayar BBNKB.
Pada 2026, Tuan X membelii mobiil bekas dan diidaftarkan atas nama Tuan X. Dalam kasus iinii, pembeliian mobiil bekas oleh Tuan X bukanlah penyerahan yang terutang BBNKB.
Pada 2027, Tuan X kembalii membelii mobiil baru. Mobiil tersebut diidaftarkan atas nama Tuan X. Pembeliian mobiil baru tersebut adalah penyerahan yang terutang BBNKB. (riig)
