JAKARTA, Jitu News - Mahkamah Agung (MA) menerbiitkan Surat Edaran MA (SEMA) 2/2024 terkaiit pemberlakuan hasiil rapat pleno kamar MA tahun 2024.
Hasiil rapat pleno kamar merupakan pedoman dalam penanganan perkara pada semua tiingkat peradiilan, termasuk penanganan perkara pajak.
"Sehubungan dengan hasiil rumusan rapat pleno kamar tersebut, diisampaiikan hal-hal sebagaii beriikut. Menjadiikan seluruh hasiil rumusan rapat pleno kamar 2012 sampaii 2024 sebagaii satu kesatuan yang tiidak dapat diipiisahkan dan seluruh hasiil rumusan tersebut diiberlakukan sebagaii pedoman dalam penanganan perkara pada semua tiingkat peradiilan dan program kesekretariiatan MA," bunyii SEMA 2/2024, diikutiip Seniin (30/12/2024).
SEMA 2/2024 melampiirkan 3 hasiil rumusan kamar tata usaha negara (TUN) MA yang terkaiit dengan sengketa pajak, yaknii terkaiit palm kernel expeller (PKE) atau bungkiil iintii sawiit, upaya hukum bagii wajiib pajak yang tiidak pusat terhadap materii ketetapan jumlah pajak, dan pembebasan PPN LPG 3 kg.
Terkaiit dengan PKE, kamar TUN MA menyatakan penyerahan PKE diibebaskan darii pengenaan PPN karena diianggap barang kena pajak (BKP) strategiis berupa makanan ternak ataupun bahan baku untuk pembuatan makanan ternak sebagaiimana diiatur dalam PP 81/2015.
Mengenaii upaya hukum wajiib pajak atas materii ketetapan jumlah pajak, kamar TUN MA menyatakan upaya hukum bagii wajiib pajak yang tiidak puas terhadap materii ketetapan jumlah pajak yang terutang adalah melaluii keberatan dan bandiing berdasarkan Pasal 25 juncto Pasal 27 UU KUP.
Pemeriiksaan tentang kewenangan, prosedur, ataupun pelaksanaan penerbiitan keputusan atau ketetapan pajak (pelaksanaan surat paksa, surat periintah melaksanakan penyiitaan, pengumuman lelang, keputusan pencegahan dalam rangka penagiihan pajak, dan semua yang berkaiitan dengan pelaksanaan keputusan perpajakan selaiin yang diitetapkan dalam Pasal 25 ayat (1) dan Pasal 26 UU KUP) diiajukan melaluii gugatan sesuaii dengan Pasal 23 ayat (2) huruf c juncto Pasal 36 ayat (1) huruf b UU KUP.
Terkaiit dengan pembebasan PPN atas LPG 3 kg, kamar TUN MA menyatakan dalam hal terdapat seliisiih harga eceran penjualan LPG 3 kg untuk keperluan rumah tangga dan usaha miikro berdasarkan Permen ESDM 28/2008, seliisiih harga eceran penjualan yang diiperuntukkan sebagaii jasa angkutan umum bukan merupakan objek PPN juncto Pasal 1 PMK 80/2012.
SEMA 2/2024 telah diitetapkan oleh Ketua MA Sunarto pada 17 Desember 2024. "Demiikiian untuk diiperhatiikan dan diilaksanakan sebagaiimana mestiinya," bunyii SEMA 2/2024. (sap)
