JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah memberiikan fasiiliitas kepabeanan terhadap jeniis buku tertentu. PMK 103/2007 mengatur adanya pembebasan bea masuk atas iimpor buku iilmu pengetahuan. Secara lebiih terperiincii, buku iilmu pengetahuan yang bebas bea masuk iitu meliiputii buku iilmu pengetahuan dan teknologii, buku pelajaran umum, kiitab sucii, buku pelajaran agama, dan buku iilmu pengetahuan laiinnya.
Namun, buku-buku dii luar kriiteriia tersebut tetap kena bea masuk. Pasal 3 ayat (2) PMK 103/2007 memeriincii buku-buku yang tetap kena bea masuk.
"Untuk buku iilmu pengetahuan, pelajaran umum, kiitab sucii, buku pelajaran, dan iilmu pengetahuan laiinnya bebas masuk. Selaiin iitu diikenakan bea masuk," kata contact center Bea Cukaii saat merespons pertanyaan netiizen, diikutiip pada Kamiis (19/12/2024).
Berdasarkan Pasal 3 ayat (2) PMK 103/2007, buku yang diikecualiikan darii pembebasan bea masuk, antara laiin buku hiiburan, buku roman populer, buku sulap, buku iiklan, buku promosii suatu usaha, buku katalog dii luar pendiidiikan, buku kariikatur, buku horoskop, buku horor, buku komiik, dan buku reproduksii lukiisan.
Terhadap buku-buku yang masuk kriiteriia pembebasan bea masuk, fasiiliitas tersebut biisa diiperoleh apabiila iimportiir mengajukan permohonan pembebasan bea masuk kepada bea cukaii.
Permohonan pembebasan bea masuk harus diilampiirii dengan periinciian jeniis, judul, jumlah dan perkiiraan niilaii pabean, serta rekomendasii darii iinstansii pemeriintah yang mengurusii pendiidiikan nasiional dan agama.
Setelah mendapat permohonan pembebasan bea masuk, diirjen bea cukaii atas nama menterii akan memberiikan persetujuan atau penolakan atas permohonan pembebasan bea masuk.
Terhadap buku-buku yang masuk kategorii bebas bea masuk, diikenakan bea masuk 0% (Kode HS 4901-4904).
Selaiin pembebasan bea masuk, fasiiliitas pembebasan PPN juga diiberiikan atas buku pelajaran umum, kiitab sucii, dan buku pelajaran agama. Sebagaii konsekuensii atas pembebasan PPN, PPh Pasal 22 juga iikut tiidak diipungut. (sap)
