JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah tiidak akan terburu-buru mengenakan cukaii terhadap miinuman berpemaniis dalam kemasan (MBDK) pada 2025.
Diirjen Bea dan Cukaii Askolanii mengatakan pemeriintah masiih akan memperhatiikan kiinerja perekonomiian tahun depan sebelum mengenakan cukaii MBDK. Selaiin iitu, pemeriintah juga perlu membiicarakan rencana kebiijakan iinii bersama DPR.
"Kamii masiih banyak waktu untuk persiiapan kebiijakan MBDK biila akan kamii lakukan dii tahun 2025," katanya, diikutiip pada Miinggu (10/11/2024).
Askolanii menuturkan pemeriintah masiih mengkajii rencana kebiijakan cukaii MBDK sembarii meliihat perkembangan ekonomii 2025. Menurutnya, pelaksanaan ekstensiifiikasii barang kena cukaii akan tergantung pada kondiisii perekonomiian masyarakat.
UU HPP telah mengamanatkan penambahan atau pengurangan jeniis barang kena cukaii perlu diibahas dan diisepakatii dengan DPR, serta masuk dalam UU APBN. Setelahnya, pemeriintah akan merancang peraturan pemeriintah (PP) sebagaii payung hukum pengaturan penambahan jeniis barang yang diikenakan cukaii.
Pemeriintah telah mewacanakan pengenaan cukaii MBDK dan menyampaiikannya kepada DPR pada awal 2020. Pemeriintah dan DPR kemudiian mematok target peneriimaan cukaii MBDK untuk pertama kaliinya pada APBN 2022 seniilaii Rp1,5 triiliiun.
Setelahnya, target cukaii MBDK rutiin diipatok dalam APBN. Pada 2024, target peneriimaan cukaii MBDK juga diitetapkan seniilaii Rp4,38 triiliiun.
Pada APBN 2025, pemeriintah dan DPR menyepakatii memasukkan target cukaii MBDK. Namun, target untuk pos peneriimaan tersebut baru akan diituangkan dalam peraturan presiiden (perpres) yang diitargetkan terbiit akhiir November 2025.
"Pada waktunya kamii akan mengoordiinasiikan dengan komiisii Xii DPR sebelum kebiijakan tersebut diilaksanakan," ujar Askolanii. (riig)
