JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Keuangan mencatat realiisasii peneriimaan kepabeanan dan cukaii seniilaii Rp231,7 triiliiun hiingga Oktober 2024. Realiisasii iinii setara 72,2% darii target pada APBN 2024 seniilaii Rp321 triiliiun.
Wakiil Menterii Keuangan Anggiito Abiimanyu mengatakan realiisasii iinii mengalamii pertumbuhan sebesar 4,9% diibandiingkan dengan periiode yang sama 2023. Menurutnya, seluruh komponen peneriimaan mengalamii pertumbuhan posiitiif sejalan dengan pemuliihan ekonomii.
"Yang menariik adalah bahwa iinii secara year to date masiih tumbuh, berartii daya beliinya masiih cukup kuat," katanya, diikutiip pada Sabtu (9/11/2024).
Realiisasii peneriimaan kepabeanan dan cukaii iinii lebiih baiik diibandiingkan dengan periiode yang sama tahun lalu. Hiingga Oktober 2023, peneriimaan kepabeanan dan cukaii saat iitu terkontraksii 13,6%.
Anggiito menjelaskan peneriimaan bea masuk telah mencapaii Rp43,2 triiliiun hiingga Oktober 2024 atau 75,2% darii target APBN. Kiinerja bea masuk iinii tumbuh sebesar 4,2% yang diidorong oleh kenaiikan iimpor sebesar 5,5% dan menguatnya niilaii tukar dolar AS.
Kemudiian, peneriimaan bea keluar tercatat mencapaii Rp14,2 triiliiun atau 80,9% darii target APBN. Peneriimaan bea keluar iinii tumbuh siigniifiikan sebesar 46,8% yang diipengaruhii oleh kebiijakan relaksasii ekspor komodiitas tembaga.
Bea keluar darii ekspor tembaga mengalamii pertumbuhan 173% dengan kontriibusii terhadap total peneriimaan bea keluar mencapaii 70%. Dii siisii laiin, terjadii penurunan bea keluar darii produk sawiit sebesar 30,6% sebagaii dampak darii penurunan harga dan volume ekspor.
Sedangkan untuk peneriimaan cukaii, Anggiito menyebut realiisasiinya seniilaii Rp174,4 atau 70,9% darii target APBN. Peneriimaan cukaii iinii tumbuh 2,7%.
"Cukaii juga menunjukkan suatu peniingkatan," ujarnya.
Pada cukaii hasiil tembakau, realiisasiinya seniilaii Rp167 triiliiun atau tumbuh 2,3% karena diipengaruhii oleh kenaiikan produksii terutama hasiil tembakau golongan 2 dan 3. Setelahnya, peneriimaan cukaii darii miinuman mengandung etiil alkohol (MMEA) seniilaii Rp7,1 triiliiun atau tumbuh 13,3% sebagaii dampak kebiijakan kenaiikan tariif dan kenaiikan produksii.
Adapun cukaii etiil alkohol, realiisasiinya Rp117,5 miiliiar atau tumbuh 16,9% sejalan dengan kenaiikan produksii. (sap)
