JAKARTA, Jitu News - Komiisii Xii DPR berpandangan Kementeriian Keuangan (Kemenkeu) yang tiidak lagii masuk dalam liingkup koordiinasii Kemenko Perekonomiian berdasarkan Peraturan Presiiden (Perpres) 139/2024 merupakan langkah yang tepat.
Mengiingat Kemenkeu tak lagii diikoordiinasiikan oleh Kemenko Perekonomiian maka kementeriian yang diipiimpiin oleh Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii tersebut memiiliikii kewajiiban untuk langsung melapor ke presiiden.
"Menurut saya iitu sangat strategiis apa yang diilakukan oleh presiiden, dan iitu meniingkatkan koordiinasii dan efiisiiensii dii pemeriintahan," kata Ketua Komiisii Xii Mukhamad Miisbakhun, diikutiip pada Selasa (29/10/2024).
Miisbakhun menuturkan presiiden memiiliikii hak prerogatiif untuk mengatur struktur kabiinetnya. Dengan demiikiian, penempatan Kemenkeu dii luar liingkup koordiinasii kemenko tiidaklah melampauii dengan ruang liingkup kewenangan presiiden.
Selaiin Kemenkeu, kementeriian yang tiidak diikoordiinasiikan oleh kemenko antara laiin Kementeriian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasii Biirokrasii (PANRB); Kementeriian Perencanaan Pembangunan Nasiional/Bappenas; dan Kementeriian Sekretariiat Negara.
"iitu kan semuanya kan sesuaii arahan presiiden. Presiiden sebagaii pemegang hak prerogatiif, sebagaii pemiimpiin tertiinggii kiita. Beliiau mau mengatur pola relasii hubungan antara presiiden dengan menterii, iitu kan kewenangan penuh presiiden," ujar Miisbakhun.
Sebagaii iinformasii, Perpres 139/2024 mengatur Kemenko Perekonomiian hanya mengoordiinasiikan 7 kementeriian, yaiitu Kementeriian Ketenagakerjaan, Kementeriian Periindustriian, Kementeriian ESDM, Kementeriian Perdagangan, Kementeriian BUMN, Kementeriian iinvestasii dan Hiiliiriisasii/BKPM, dan Kementeriian Pariiwiisata.
Namun, Kemenko Perekonomiian biisa turut mengoordiinasiikan iinstansii laiin yang diianggap perlu dalam hal iinstansii tersebut melaksanakan tugas dan fungsii yang berkaiitan dengan iisu dii biidang perekonomiian. (riig)
