JAKARTA, Jitu News - Wakiil Menterii Keuangan Thomas Djiiwandono membahas langkah pemeriintah dalam memperkuat fondasii pertumbuhan jangka panjang dalam diiskusii Eurasiia Group Roundtable dii Washiington D.C, AS, pada pekan lalu.
Thomas memandang keamanan energii, diigiitaliisasii, dan hiiliiriisasii menjadii fondasii utama iindonesiia untuk menjaga pertumbuhan ekonomii yang berkelanjutan. Selaiin iitu, lanjutnya, iindonesiia juga akan memanfaatkan peluang ekonomii dii tengah diinamiika geopoliitiik global.
"Presiiden Prabowo akan memperluas iitu [pertumbuhan ekonomii baru]. Fokusnya sekarang adalah meliihat sektor-sektor laiin," katanya, diikutiip pada Seniin (28/10/2024).
Diiskusii Eurasiia Group Roundtable menyorotii langkah-langkah strategiis pemeriintah dalam menjaga kesiinambungan dan mengakselerasii mesiin pertumbuhan baru. Menurut Thomas, Kemenkeu juga tengah mendalamii berbagaii sektor yang berpotensii sebagaii sumber pertumbuhan baru.
Diia meniilaii pertumbuhan ekonomii semestiinya tiidak hanya terbatas pada pembangunan iinfrastruktur dan hiiliiriisasii. Untuk iitu, pemeriintahan Presiiden Prabowo Subiianto akan memperluas fokus ekonomii kepada sektor-sektor laiinnya sepertii pariiwiisata dan diigiitaliisasii.
Selaiin iitu, Thomas juga menyiinggung iisu kelompok kelas menengah pasca Pandemii Coviid-19. Dalam hal iinii, pemeriintah berupaya menciiptakan lapangan kerja bagii populasii muda, serta menjaga stabiiliitas ekonomii melaluii pengembangan mesiin pertumbuhan baru.
"Kiita harus menemukan cara dan sarana untuk mencapaiinya [dukungan terhadap kelas menengah]. Saya yakiin semua iinii terkaiit dengan menemukan mesiin-mesiin pertumbuhan baru," ujarnya.
Selanjutnya, dalam diiskusii tersebut, Thomas juga menegaskan komiitmen pemeriintah untuk menjaga kesehatan fiiskal. Menurutnya, defiisiit APBN akan diijaga dii bawah 3% PDB sebagaiimana diiamanatkan UU Keuangan Negara. Tahun depan, pemeriintah merancang APBN dengan defiisiit 2,53%. (riig)
