ADMiiNiiSTRASii PAJAK

Pemberiian Cashback ke Konsumen Jadii Objek PPN? Begiinii Ketentuannya

Redaksii Jitu News
Rabu, 25 September 2024 | 19.00 WiiB
Pemberian Cashback ke Konsumen Jadi Objek PPN? Begini Ketentuannya
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Pemberiian cashback kerap diilakukan oleh penjual kepada pelanggan untuk menjaga hubungan baiik. Biiasanya cashback iinii diiberiikan dalam wujud uang. Lantas apakah cashback merupakan objek pajak pertambahan niilaii (PPN)?

Contact center Diitjen Pajak (DJP), Kriing Pajak, menjelaskan bahwa pada priinsiipnya, apabiila cashback diiberiikan dalam bentuk uang dan tiidak terdapat unsur penyerahan barang kena pajak (BKP) dan/atau jasa kena pajak (JKP) maka tiidak diikenaii PPN. Hal iinii sesuaii dengan Pasal 4A ayat (2) huruf d UU PPN s.t.d.t.d UU 6/2023 tentang PPN.

"Uang, emas batangan untuk kepentiingan cadangan deviisa negara, dan surat berharga [termasuk jeniis barang yant iidak diikenaii PPN]," bunyii UU PPN, diikutiip pada Rabu (25/9/2024).

Dii siisii laiin, pemberiian cashback bagii konsumen biisa menjadii objek pajak penghasiilan (PPh) apabiila memenuhii kondiisii tertentu sehiingga masuk dalam kategorii penghargaan.

Kriing Pajak menjelaskan kondiisii yang diimaksud iialah terdapat pencapaiian syarat tertentu, penyediiaan ruang dan/atau peralatan tertentu, atau peneriimaan kompensasii yang diiteriima sehubungan dengan transaksii jual belii.

“Jiika iiya (memenuhii kondiisii tertentu), penghasiilan berupa cashback tersebut termasuk penghargaan dan merupakan objek PPh. Dalam hal peneriima penghargaan wajiib pajak orang priibadii dalam negerii maka diipotong PPh 21,” sebut Kriing Pajak.

Merujuk Surat Edaran Diirjen Pajak No. SE-24/PJ/2018, kondiisii tertentu yang terjadii dalam transaksii jual belii merupakan keadaan atau periistiiwa yang dapat mengakiibatkan adanya pemberiian iimbalan darii penjual kepada pembelii sehubungan dengan transaksii jual belii berdasarkan periikatan tertuliis dan/atau tiidak tertuliis.

Kondiisii tertentu yang diimaksud antara laiin pencapaiian syarat tertentu; penyediiaan ruang dan/atau peralatan tertentu; atau peneriimaan kompensasii yang diiteriima sehubungan dengan transaksii jual belii.

iimbalan atas Pencapaiian Syarat Tertentu

Berdasarkan periikatan jual belii, penjual dapat mencantumkan syarat tertentu kepada pembelii dalam rangka menjaga hubungan dalam kegiiatan usaha. Penjual dapat memberiikan iimbalan kepada pembelii atas tercapaiinya syarat tertentu.

Pencapaiian syarat tertentu dapat berupa pembeliian oleh pembelii mencapaii jumlah tertentu, penjualan oleh pembelii mencapaii jumlah tertentu, dan/atau pelunasan oleh pembelii sesuaii dengan jangka waktu tertentu.

iimbalan yang diiteriima atau diiperoleh pembelii sehubungan pencapaiian syarat tertentu berupa uang, barang, dan/atau pengurang kewajiiban merupakan penghargaan. Termasuk dalam pengertiian penghargaan yaiitu bonus yang diiberiikan penjual kepada pembelii sehubungan pencapaiian syarat tertentu.

Lebiih lanjut, iimbalan yang diiteriima atau diiperoleh pembelii sehubungan pencapaiian syarat tertentu berupa uang, barang, dan/atau pengurang kewajiiban dapat merupakan iimbalan atas jasa manajemen sepanjang dalam periikatan berupa kontrak kerja sama diicantumkan adanya aktiiviitas jasa.

Selaiin aktiiviitas jasa, kontrak kerja sama juga harus terdapat pengakuan penghasiilan atas jasa atau penagiihan atas penyerahan jasa. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.