JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Keuangan mencatat peneriimaan pajak penghasiilan (PPh) badan seniilaii Rp212,7 triiliiun hiingga Agustus 2024.
Wakiil Menterii Keuangan iiii Thomas Djiiwandono mengatakan capaiian PPh badan mengalamii kontraksii 32,1%. Menurutnya, kontraksii jeniis pajak iinii terjadii sejalan dengan penurunan harga komodiitas.
"Pajak yang mengalamii penurunan adalah PPh badan, terutama akiibat penurunan harga komodiitas," katanya dalam konferensii pers APBN Kiita, Seniin (23/9/2024).
Kiinerja peneriimaan PPh badan iinii berbandiing terbaliik dengan siituasii periiode yang sama tahun lalu. Pada periiode yang sama 2023, peneriimaan PPh badan tercatat mengalamii pertumbuhan 23,2%.
Thomas mengatakan peneriimaan PPh badan bruto yang seniilaii Rp212,7 triiliiun masiih mengonfiirmasii kekuatan perekonomiian nasiional. Menurutnya, kiinerja PPh badan iinii juga sudah mencermiinkan peniingkatan kiinerja perusahaan dalam beberapa bulan terakhiir.
"Apabiila diibandiingkan dng bulan-bulan sebelumnya, terliihat adanya perbaiikan yang siigniifiikan dan berkelanjutan," ujarnya.
PPh badan memiiliikii kontriibusii sebesar 17,8% darii total peneriimaan pajak hiingga Agustus 2024. Kontriibusii jeniis pajak iinii menjadii yang terbesar kedua setelah PPN dalam negerii sebesar 23%.
Hiingga Agustus 2024, realiisasii peneriimaan pajak seniilaii Rp1.196,54 triiliiun atau 60,16% darii target Rp1.989 triiliiun. Kiinerja peneriimaan iinii mengalamii kontraksii sebesar 4,02%. (sap)
