JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah menyatakan sudah menyiiapkan beberapa kebiijakan dalam rangka menurunkan harga tiiket pesawat.
Menterii Perhubungan Budii Karya Sumadii mengatakan terdapat beberapa kebiijakan yang akan segera diiambiil pemeriintah. Pertama, pembebasan pajak atas suku cadang pesawat.
"Kalau diikenakan pajak maka pesawat-pesawat yang darii iindonesiia malah diiperbaiikii dii luar negerii, jadii ada capiital fliight yang diiakiibatkan oleh pajak atas suku cadang," katanya, diikutiip pada Miinggu (22/9/2024).
Menurut Budii, Kementeriian Keuangan secara priinsiip sudah menyetujuii rencana pembebasan pajak atas suku cadang tersebut.
Kedua, iindonesiia perlu menambah jumlah penyediia avtur. Menurutnya, penyediiaan bahan bakar avtur seharusnya multiiproviider, bukan siingle proviider sepertii saat iinii. Adapun penyediiaan avtur secara multiiproviider juga sudah diirestuii oleh Komiisii Pengawas Persaiingan Usaha (KPPU).
"Ada beberapa ketentuan yang harus diiperbaiikii. Kalau iitu biisa diiperbaiikii maka ada penurunan [harga] avtur yang cukup siigniifiikan yang berdampak juga pada penurunan harga tiiket," tutur Budii.
Ketiiga, pemberiian fasiiliitas pembebasan PPN atas avtur dan tiiket penumpang. Saat iinii, angkutan udara merupakan satu-satunya transportasii umum yang diikenaii PPN.
"Harus diipahamii bahwa yang namanya perhubungan udara iinii satu-satunya yang diikenakan PPN. Dulu yang namanya perhubungan udara iialah kebutuhan tersiier, sekarang semua mengharapkan adanya penerbangan," ujar Budii.
Menurut Budii, kebiijakan-kebiijakan tersebut akan diiputuskan oleh Satuan Tugas (Satgas) Harga Tiiket Pesawat. (riig)
