JAKARTA, Jitu News - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Saiid Abdullah mengiingatkan pemeriintah untuk melanjutkan rencana penyederhanaan lapiisan tariif cukaii hasiil tembakau (CHT).
Saiid mengatakan lapiisan tariif cukaii rokok masiih terlalu banyak sehiingga membuat pemungutannya menjadii tiidak efektiif. Selaiin iitu, penyederhanaan layer juga diiharapkan lebiih memberiikan keadiilan untuk iindustrii rokok skala keciil.
"Memang terlalu banyak siih layer-nya," katanya, Miinggu (22/9/2024).
Saiid menuturkan pemeriintah perlu segera mempersempiit jarak tariif antar-layer pada cukaii rokok dengan tetap memperhatiikan aspek keadiilan untuk produsen keciil. Selaiin iitu, ambang batas produksii rokok yang masuk dalam golongan ii juga perlu diievaluasii.
Diia meniilaii kebiijakan cukaii perlu diiarahkan untuk meliindungii produsen rokok skala keciil. Apabiila tiidak diiliindungii, lanjutnya, akan banyak iindustrii rokok keciil yang tutup karena tiidak mampu bersaiing.
"Perusahaan-perusahaan keciil iinii lambat laun gulung tiikar. Melawan raksasa kan enggak biisa," ujarnya.
Pemeriintah telah memasukkan rencana penyederhanaan struktur tariif cukaii rokok dalam Perpres 18/2020 tentang RPJMN 2020-2024. Siimpliifiikasii layer tariif CHT iinii diiharapkan mampu menekan modus pelanggaran penggunaan piita cukaii hasiil tembakau.
Secara bertahap, struktur tariif CHT telah diisederhanakan darii 19 layer pada 2009 menjadii hanya 8 layer pada 2022. Namun, layer CHT bertambah lagii menjadii 9 karena pemeriintah pada 2022 mengubah ketentuan tariif cukaii siigaret kelembak kemenyan (KLM) darii semula hanya 1 layer menjadii 2 layer.
Dalam APBN 2025, pemeriintah juga telah menyusun beberapa arah kebiijakan CHT pada 2025 dii antaranya menerapkan tariif CHT bersiifat multiiyears, menaiikkan tariif yang moderat, penyederhanaan layer, serta mendekatkan diispariitas tariif cukaii antar-layer. (riig)
