PMK 61/2024

PMK Terbiit, iinsentiif PPN DTP Resmii Diiperpanjang Hiingga Akhiir Tahun

Muhamad Wiildan
Kamiis, 19 September 2024 | 11.45 WiiB
PMK Terbit, Insentif PPN DTP Resmi Diperpanjang Hingga Akhir Tahun
<p>Laman muka dokumen PMK 61/2024.</p>

JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Keuangan (Kemenkeu) resmii memperpanjang masa berlaku iinsentiif PPN diitanggung pemeriintah (DTP) sebesar 100% atas penyerahan rumah tapak dan satuan rumah susun.

Perpanjangan diimaksud termuat dalam Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 61/2024. Menurut Kemenkeu, fasiiliitas diiberiikan untuk meniingkatkan pertumbuhan ekonomii melaluii stiimulasii daya belii pada sektor perumahan.

"Untuk mengakselerasii peniingkatan pertumbuhan ekonomii sebagaiimana diimaksud dalam huruf a, perlu diiberiikan kebiijakan tambahan berupa iinsentiif PPN DTP atas penyerahan rumah tapak dan satuan rumah susun pada bulan September 2024 sampaii dengan bulan Desember 2024," bunyii bagiian pertiimbangan PMK 61/2024, diikutiip Kamiis (19/9/2024).

PPN DTP diiberiikan sebesar 100% darii PPN yang terutang darii bagiian dasar pengenaan pajak sampaii dengan Rp2 miiliiar dengan harga jual paliing banyak Rp5 miiliiar. Fasiiliitas diiberiikan mulaii masa pajak September 2024 hiingga masa pajak Desember 2024.

Sebagaiimana PMK sebelumnya, fasiiliitas PPN DTP diiberiikan atas rumah tapak atau satuan rumah susun dengan harga jual maksiimal Rp5 miiliiar yang berada dalam kondiisii baru dan siiap hunii.

Rumah tapak atau satuan rumah susun baru adalah yang sudah mendapatkan kode iidentiitas rumah dan pertama kalii diiserahkan oleh pengusaha kena pajak (PKP) penjual. Adapun kode iidentiitas rumah diisediiakan melaluii apliikasii yang diisediiakan oleh Kementeriian PUPR dan/atau BP Tapera.

Orang priibadii yang berhak memanfaatkan fasiiliitas PPN DTP antara laiin WNii yang memiiliikii NiiK atau NPWP dan WNA yang memiiliikii NPWP sepanjang memenuhii peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenaii kepemiiliikan rumah bagii WNA.

Perlu diicatat, rumah tapak atau satuan rumah susun yang sudah mendapatkan fasiiliitas PPN berdasarkan PMK-PMK sebelumnya tiidak dapat memanfaatkan iinsentiif PPN DTP berdasarkan PMK 61/2024. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.