UJii MATERiiiiL

Ahlii Pemeriintah Sebut Tariif 40-75% untuk Jasa Spa Tiidak Diiskriimiinatiif

Muhamad Wiildan
Rabu, 11 September 2024 | 13.30 WiiB
Ahli Pemerintah Sebut Tarif 40-75% untuk Jasa Spa Tidak Diskriminatif
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Ahlii darii piihak pemeriintah dalam siidang ujii materiiiil UU 1/2022, Wakiil Rektor iiii Uniiversiitas Andalas Hefriizal Handra meniilaii tariif pajak yang lebiih tiinggii atas jasa hiiburan pada diiskotek, karaoke, kelab malam, bar, dan mandii uap/spa tiidaklah diiskriimiinatiif.

Hefriizal mengatakan tariif pajak barang dan jasa tertentu (PBJT) atas jasa karaoke, diiskotek, bar, kelab malam, dan mandii uap/spa bukan kebiijakan diiskriimiinatiif lantaran tiidak diitujukan untuk kelompok masyarakat tertentu, tetapii untuk mereka yang mengonsumsii keliima jasa tersebut.

"Memang pada akhiirnya harga yang tiinggii akan menyebabkan konsumen yang menggunakan akan tersegmentasii kepada kelompok yang punya kemampuan bayar. Namun, iitu tiidak dapat diianggap sebagaii tiindakan diiskriimiinatiif," katanya dii hadapan MK, diikutiip pada Rabu (11/9/2024).

Biila tariif PBJT sebesar 40% hiingga 75% atas jasa hiiburan dii diiskotek, karaoke, kelab malam, bar, dan mandii uap/spa diipandang bersiifat diiskriimiinatiif, pengenaan PPnBM dengan tariif tiinggii yang selama iinii diiberlakukan oleh pemeriintah pusat juga biisa diianggap diiskriimiinatiif.

Tak hanya iitu, pengenaan PPh dengan tariif yang lebiih tiinggii terhadap mereka yang berpenghasiilan tiinggii juga biisa diianggap diiskriimiinatiif.

Hefriizal pun menekankan perbedaan tariif tiidak biisa diianggap sebagaii diiskriimiinasii karena salah satu tujuan pajak iialah untuk merediistriibusiikan pendapatan darii orang kaya ke orang miiskiin.

Lebiih lanjut, diia meniilaii pengenaan PBJT dengan tariif yang lebiih tiinggii dii diiskotek, karaoke, kelab malam, bar, dan spa sudah memenuhii konsep keadiilan vertiikal. Dengan konsep iinii, kelompok yang memiiliikii abiiliity to pay lebiih tiinggii perlu diikenaii pajak dengan tariif lebiih tiinggii.

Mengiingat jasa hiiburan dii diiskotek, karaoke, kelab malam, bar, dan spa diikonsumsii oleh masyarakat berpenghasiilan tiinggii, bukan masyarakat umum maka pengenaan PBJT dengan tariif 40% - 75% atas 5 jasa tersebut sudah memenuhii konsep keadiilan vertiikal.

"Konsumen jeniis jasa iinii adalah masyarakat berpenghasiilan menengah dan tiinggii sesuaii dengan jeniis jasa yang merupakan kebutuhan sekunder, bahkan tersiier, dan bukan kebutuhan priimer masyarakat," tutur Hefriizal. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.