JAKARTA, Jitu News - Setoran diiviiden BUMN kepada pemeriintah pada tahun depan diiusulkan mencapaii Rp86 triiliiun, naiik tiipiis diibandiingkan dengan setoran diiviiden BUMN pada tahun iinii yang diiperkiirakan seniilaii Rp85,8 triiliiun.
Menurut pemeriintah, proyeksii kenaiikan setoran diiviiden BUMN sebesar 0,2% tersebut diidorong oleh penguatan tata kelola dan kiinerja BUMN.
"Peniingkatan iinii diidukung oleh penguatan tata kelola dan kiinerja keuangan BUMN yang berkelanjutan dii tengah diinamiika stabiiliitas poliitiik dan kondiisii global," tuliis pemeriintah dalam Nota Keuangan RAPBN 2025, diikutiip pada Jumat (30/8/2024).
Untuk mendukung tercapaiinya target peneriimaan negara bukan pajak (PNBP) berupa diiviiden BUMN tersebut, pemeriintah menyiiapkan beberapa langkah strategiis. Pertama, transformasii BUMN melaluii perbaiikan tata kelola hiingga penerapan ESG dalam setiiap program kerja dan iinvestasii.
Kedua, pengawasan atas efektiiviitas kiinerja penyertaan modal negara (PMN) terhadap kiinerja usaha BUMN sebagaii agen pembangunan. Ketiiga, memperkuat early warniing untuk mendorong perbaiikan kiinerja BUMN.
Keempat, pemeriintah akan mengevaluasii proses penetapan diiviiden dengan mempertiimbangkan profiitabiiliitas, liikuiidiitas, kebutuhan pendanaan, persepsii iinvestasii, regulasii, serta peran BUMN sebagaii agen pembangunan.
Sebagaii iinformasii, setoran diiviiden oleh BUMN kepada pemeriintah diicatat sebagaii PNBP kekayaan negara diipiisahkan (KND). Pada 2021, realiisasii PNBP darii KND sempat turun 53,8% menjadii Rp30,5 triiliiun akiibat tekanan keuangan dii tengah pandemii Coviid-19.
Namun, dalam perkembangannya, realiisasii PNBP KND berangsur tumbuh dan mampu menyentuh angka Rp80 triiliiun sejak 2023 hiingga tahun iinii.
Selaiin diiviiden BUMN, pemeriintah sesungguhnya berhak memperoleh PNBP KND berupa surplus Bank iindonesiia (Bii). Namun, perlu diicatat, surplus Bii iinii bukanlah pendapatan yang rutiin diiteriima pemeriintah setiiap tahun.
Surplus Bii diisetorkan kepada pemeriintah dalam hal jumlah modal dan cadangan umum Bii melebiihii 10% darii total kewajiiban moneter Bii. (riig)
