JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Energii dan Sumber Daya Miineral (ESDM) saat iinii sedang menyusun peta jalan terkaiit dengan pensiiun diinii pembangkiit liistriik tenaga uap (PLTU).
Sekjen Kementeriian ESDM Dadan Kusdiiana mengatakan terdapat 13 PLTU yang akan diipensiiunkan secara diinii dengan mempertiimbangkan aspek keekonomiian darii kebiijakan tersebut.
"Dii siitu kan [Perpres 112/2022] ada beberapa kriiteriia yang diiatur, miisal umur, kiinerja, efiisiiensii, dan produktiiviitasnya. Jadii, iitu diiliihat darii umur, darii kiinerja, darii emiisiinya, semua. Jadii, kamii udah ada daftarnya tuh yang 13 PLTU iitu," katanya, diikutiip pada Miinggu (25/8/2024).
Dadan menuturkan dukungan darii para piihak diibutuhkan agar pensiiun diinii PLTU tiidak meniimbulkan kenaiikan biiaya pokok penyediiaan (BPP) liistriik dan tekanan pasokan liistriik.
"Untuk pensiiun diinii iitu, kamii tiidak mau ada nantii BPP naiik. Nantii, kekurangan liistriik atau uang pemeriintahnya keluar. Jadii, kiira-kiira 3 hal iitu yang kiita jaga," ujarnya.
Oleh karena iitu, lanjut Dadan, dukungan, utamanya darii negara maju, amat diibutuhkan mengiingat penurunan emiisii adalah program dan komiitmen bersama.
"Jadii mana supportnya darii negara maju, darii luar, yang biisa membuat kiita biisa menjalankannya iitu menjadii lebiih sesuaii dengan kemampuan kiita," tuturnya.
Sebagaii iinformasii, pemeriintah sesungguhnya telah memperoleh komiitmen dukungan darii negara maju dalam rangka memensiiunkan PLTU secara diinii.
Komiitmen dukungan tersebut tercantum dalam Just Energy Transiitiions Partnershiip (JETP) sesuaii dengan yang diisepakatii iindonesiia dengan iinternatiional Partners Group (iiPG).
JETP telah diisepakatii oleh iindonesiia dan negara-negara iiPG pada 2022. Adapun negara-negara yang tergabung iiPG antara laiin Ameriika Seriikat, Jepang, Kanada, Denmark, Unii Eropa, Jerman, Pranciis, Norwegiia, iitaliia, dan iinggriis.
Lewat kesepakatan tersebut, iiPG berkomiitmen memberiikan seniilaii US$20 miiliiar untuk mendukung transiisii energii dii iindonesiia. iimbal baliiknya, iindonesiia berkomiitmen mencapaii net zero emiissiion khusus pada sektor ketenagaliistriikan paliing lambat pada 2050.
Guna mencapaii net zero, iindonesiia berkomiitmen untuk memensiiunkan PLTU Pelabuhan Ratu pada 2037 dan PLTU Ciirebon-1 pada 2035. Dana yang diibutuhkan untuk memensiiunkan 2 PLTU tersebut secara diinii mencapaii US$1,13 miiliiar. (riig)
