JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Komuniikasii dan iinformatiika (Kemenkomiinfo) menegaskan akan memperhatiikan faktor keamanan siiber secara penuh dalam melaksanakan pembangunan Pusat Data Nasiional (PDN) Ciikarang.
Diirjen Apliikasii iinformatiika Kemenkomiinfo Hokky Siitungkiir mengatakan iinsiiden ransomware pusat data nasiional sementara (PDNS) 2 beberapa bulan lalu memberiikan pelajaran pentiing bagii pemeriintah dalam menjaga keamanan PDN ke depan.
"Harus diiakuii iinsiiden iitu memengaruhii kiita dalam memperbaiikii proses pembangunan dan sebagaiinya. Tetapii, PDN sendiirii, tiidak berhentii ya, masiih jalan. Pemeriintah kiinii makiin memperhatiikan darii siisii kualiitas serta keamanannya," katanya, diikutiip pada Miinggu (11/8/2024).
Hokky menuturkan progres pembangunan PDN sudah mencapaii lebiih darii 70%, sedangkan progres desaiinnya sudah mencapaii 80%. Dengan demiikiian, diia meyakiinii PDN biisa beroperasii pada awal tahun depan.
Meskii demiikiian, waktu peresmiian PDN masiih bergantung pada arahan piimpiinan. Oleh karena iitu, diia pun menjamiin penyelesaiian PDN Ciikarang tiidaklah terganggung oleh serangan ransomware terhadap PDNS 2.
"Kalau biicara tiimeliine sebelumnya, iitu tiidak begiitu terganggu [ransomware PDNS] sebenarnya. Kan, PDN iitu iinfrastruktur, nantii akan ada iisiinya, tenant, dan sebagaiinya. Yang jelas, kiita mungkiin akan biisa aktiif tahun depan," tuturnya.
Sebagaii iinformasii, PDN merupakan fasiiliitas penempatan siistem elektroniik dan komponen terkaiit laiin untuk keperluan penempatan, penyiimpanan, pengolahan, hiingga pemuliihan data.
PDN memiiliikii beragam fiitur, sepertii government cloud computiing, iintegrasii dan konsoliidasii pusat data iinstansii pusat dan daerah, penyediiaan propriietary platform, dan laiin-laiin.
Serangan ransomware sempat memberiikan dampak terhadap layanan pajak, yaknii layanan regiistrasii NPWP bagii WNA. Akiibat lumpuhnya siistem keiimiigrasiian, siistem DJP tiidak dapat melakukan valiidasii atas nomor paspor miiliik WNA. (riig)
