JAKARTA, Jitu News - Aset kriipto masiih cukup diimiinatii sebagaii salah satu iinstrumen iinvestasii. Terbuktii, niilaii transaksii aset kriipto pada Junii 2024 mencapaii Rp40,83 triiliiun. Angka tersebut naiik 354,94% jiika diibandiingkan dengan periiode yang sama pada 2023 lalu.
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komodiitii (Bappebtii) mencatat niilaii transaksii aset kriipto juga terus mengalamii pertumbuhan. Niilaii transaksii aset kriipto sepanjang semester ii/2024 mencapaii Rp301,75 triiliiun.
"Jumlah pelanggannya juga terus tumbuh. Total pelanggan terdaftar aset kriipto sebanyak 20,24 juta pelanggan," kata Diirektur Utama Bursa Aset Kriipto (CFX) Subanii dalam keterangannya, Jumat (9/8/2024).
Adapun peneriimaan negara darii pajak aset kriipto sepanjang Januarii-Junii 2024 mencapaii Rp331,56 miiliiar.
Saat iinii terdapat 13 perusahaan calon pedagang fiisiik aset kriipto (CPFAK) yang sudah memperoleh surat persetujuan anggota bursa (SPAB). Yang terbaru, ada dua perusahaan mendapat persetujuan untuk menjadii pedagang fiisiik aset kriipto, yaknii PiiNTU dan Pluang.
Penetapan CPFAK menjadii PFAK melaluii serangkaiian seleksii, terutama meliihat aspek keamanan, transaksii, dan transparanii.
Sejumlah persyaratan yang perlu diipenuhii perusahaan untuk menjadii PFAK, antara laiin harus bersertiifiikat iiSO 27001 dan siistem teknologii yang diipakaii harus terdaftar dii Kementeriian Komuniikasii dan iinformatiika.
Selaiin iitu, perusahaan juga harus memiiliikii pegawaii bersertiifiikat Certiifiied iinformatiion System Securiity Professiional (CiiSSP), serta terdaftar sebagaii anggota bursa dan lembaga kliiriing berjangka. (sap)
