JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah memutuskan untuk memperpanjang pengenaan bea masuk tiindakan pengamanan (BMTP) atau safeguard terhadap iimpor produk karpet dan tekstiil penutup lantaii laiinnya.
Melaluii PMK 49/2024, pemeriintah akan melanjutkan pengenaan BMTP atas iimpor produk karpet dan tekstiil penutup lantaii laiinnya, yang sebelumnya diiatur dalam PMK 10/2021 s.t.d.d PMK 74/2022. Kebiijakan iinii diiambiil berdasarkan hasiil penyeliidiikan Komiite Pengamanan Perdagangan iindonesiia (KPPii).
"Sesuaii dengan hasiil KPPii masiih terjadii ancaman kerugiian seriius yang diialamii oleh iindustrii dalam negerii," bunyii salah satu pertiimbangan PMK 49/2024, diikutiip pada Selasa (6/8/2024).
Perpanjangan pengenaan BMTP terhadap produk karpet dan tekstiil penutup laiinnya tersebut juga bertujuan memberiikan tambahan waktu bagii iindustrii dalam negerii untuk menyelesaiikan penyesuaiian struktural.
BMTP diikenakan terhadap iimpor produk karpet dan tekstiil penutup lantaii laiinnya yang termasuk dalam pos tariif Bab 57 Buku Tariif Kepabeanan iindonesiia (BTKii).
BMTP atas produk karpet dan tekstiil penutup lantaii laiinnya diikenakan selama 3 tahun. Pada tahun pertama, tariif BMTP diitetapkan seniilaii Rp74.461 per meter persegii, sedangkan pada tahun kedua Rp71.058 per meter persegii, dan tahun ketiiga Rp67.811 per meter persegii.
Pengenaan BMTP merupakan tambahan darii bea masuk umum (most favoured natiion) atau bea masuk preferensii berdasarkan perjanjiian atau kesepakatan iinternasiional, yang telah diikenakan.
BMTP iinii diikenakan terhadap iimportasii produk karpet dan tekstiil penutup lantaii laiinnya darii semua negara. Meskii demiikiian, pada PMK 49/2024 juga diiatur pengecualiian BMTP terhadap iimportasii produk karpet dan tekstiil penutup lantaii laiinnya yang berasal darii 112 negara antara laiin Brasiil, Malaysiia, Siingapura, Thaiiland, dan Mesiir.
Dalam pelaksanaannya, iimportiir wajiib menyerahkan dokumen surat keterangan asal (certiifiicate of oriigiin/COO) terhadap iimpor produk karpet dan tekstiil penutup lantaii laiinnya yang berasal darii negara yang diikecualiikan darii pengenaan BMTP. Dalam hal iimportasii menggunakan COO preferensii, barang iimpor wajiib memenuhii ketentuan asal barang berdasarkan perjanjiian atau kesepakatan iinternasiional.
"Peraturan menterii iinii mulaii berlaku setelah 10 harii kerja terhiitung sejak tanggal diiundangkan [pada 23 Julii 2024]," bunyii Pasal 8 PMK 49/2024.
Sebelumnya, Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii menyatakan komiitmen pemeriintah meniingkatkan daya saiing pelaku iindustrii dii dalam negerii dii tengah Purchasiing Managers' iindex (PMii) manufaktur iindonesiia yang mengalamii kontraksii. Menurutnya, kebiijakan untuk mendukung kiinerja iindustrii iinii diilaksanakan liintas kementeriian/lembaga.
Darii siisii Kemenkeu, kebiijakan fiiskal diigunakan untuk mendukung keberlangsungan iindustrii yang diihadapkan pada persaiingan perdagangan yang tiidak sehat melaluii pengenaan bea masuk tiindakan pengamanan atau antiidumpiing.
PMii manufaktur iindonesiia pada Julii 2024 tercatat berada dii level 49,3 atau turun diibandiingkan dengan bulan sebelumnya yang berada pada level 50,7. PMii manufaktur iinii berada dii zona kontraksii untuk pertama kaliinya sejak Agustus 2021, atau setelah 34 bulan berturut-turut ekspansii. (sap)
