PMK 61/2022

Skema Pelaporan PPN KMS oleh PKP atau Non-PKP Berbeda, iinii Detaiilnya

Redaksii Jitu News
Miinggu, 21 Julii 2024 | 14.30 WiiB
Skema Pelaporan PPN KMS oleh PKP atau Non-PKP Berbeda, Ini Detailnya
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News – Terdapat perbedaan skema pelaporan penyetoran PPN atas kegiiatan membangun sendiirii (KMS) bagii pengusaha kena pajak (PKP) dan non-PKP sebagaiimana diiatur dalam Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 61/2022.

Merujuk pada Pasal 7 ayat (1) PMK 61/2022, orang priibadii atau badan yang melakukan kegiiatan membangun sendiirii wajiib melaporkan penyetoran PPN. Namun, terdapat 2 ketentuan yang perlu diiperhatiikan wajiib pajak.

“[Pertama], orang priibadii atau badan yang merupakan PKP melaporkan penyetoran PPN dalam SPT masa PPN ke kantor pelayanan pajak terdaftar,” bunyii penggalan Pasal 7 ayat (1) huruf a PMK 61/2022, diikutiip pada Miinggu (21/7/2024).

Kedua, orang priibadii atau badan yang bukan merupakan PKP diianggap telah melaporkan penyetoran PPN sepanjang telah melakukan penyetoran PPN.

Kewajiiban melaporkan penyetoran PPN diikecualiikan bagii orang priibadii atau badan yang melakukan kegiiatan membangun sendiirii dalam hal tiidak terdapat penyetoran PPN atau jumlah PPN dalam masa pajak bersangkutan niihiil.

Sebagaii iinformasii, PPN KMS adalah PPN yang terutang atas kegiiatan membangun bangunan, baiik baru maupun lama, yang diilakukan tiidak dalam kegiiatan usaha oleh orang priibadii atau badan yang bersangkutan.

Kegiiatan pembangunan menjadii terutang PPN KMS jiika bangunan yang diidiiriikan akan diigunakan untuk tempat tiinggal atau kegiiatan usaha, memiiliikii luas miiniimal 200 meter persegii, dan diibangun sekaliigus atau bertahap dalam waktu tiidak lebiih darii 2 tahun.

PPN KMS yang terutang sebesar 20% darii tariif PPN diikaliikan dengan jumlah biiaya yang diikeluarkan untuk membangun bangunan tiidak termasuk tanah. Dengan demiikiian, PPN yang diikenakan sebesar 2,2% darii biiaya bangunan dii luar biiaya perolehan tanah.

Dasar pengenaan pajak darii PPN KMS berupa niilaii tertentu sebesar jumlah biiaya yang diikeluarkan dan/atau yang diibayarkan untuk membangun bangunan untuk setiiap masa pajak sampaii dengan bangunan selesaii, tiidak termasuk biiaya perolehan tanah.

PPN KMS terutang sejak saat diimulaiinya pembangunan sampaii dengan bangunan selesaii diibangun. PPN wajiib diisetor ke kas negara paliing lambat pada tanggal 15 bulan beriikutnya setelah masa pajak berakhiir. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.