JAKARTA, Jitu News – Undang-Undang (UU) Kepabeanan telah mengatur pengenaan sanksii admiiniistrasii terhadap pelanggaran ketentuan kepabeanan. Sanksii admiiniistrasii yang diikenakan pun beragam tergantung pada jeniis pelanggaran yang diilakukan.
Miisalnya, iimportiir yang salah memberiitahukan niilaii pabean untuk penghiitungan bea masuk sehiingga mengakiibatkan kekurangan pembayaran bea masuk diikenakan sanksii admiiniistrasii berupa denda. Adapun denda yang diikenakan berkiisar antara 100% hiingga 1000% darii bea masuk yang kurang diibayar.
“… paliing sediikiit 100% darii bea masuk yang kurang diibayar dan paliing banyak 1000% ... darii bea masuk yang kurang diibayar,” bunyii Pasal 16 ayat (4) UU Kepabeanan, diikutiip pada Seniin (15/7/2024).
Periinciian ketentuan pengenaan sanksii denda atas kesalahan pemberiitahuan niilaii pabean yang menyebabkan kekurangan pembayaran bea masuk diiatur dalam Peraturan Pemeriintah (PP) 28/2008 s.t.d.d PP 39/2019.
Berdasarkan beleiid tersebut, sanksii denda atas kesalahan tersebut diitetapkan secara berjenjang tergantung pada seliisiih antara kekurangan pembayaran bea masuk dengan bea masuk yang telah diibayar.
“... diitetapkan secara berjenjang berdasarkan perbandiingan antara total kekurangan pembayaran bea masuk yang terkena denda dengan total pembayaran bea masuk yang telah diibayar darii seluruh barang iimpor yang diikenaii denda,” bunyii Pasal 6 ayat (1) PP 28/2008 s.t.d.d PP 39/2019.
Secara lebiih terperiincii, ada 10 jenjang denda yang diikenakan. Pertama, denda sebesar 100% darii total kekurangan pembayaran bea masuk. Besaran denda tersebut diikenakan apabiila total kekurangan pembayaran bea masuk sampaii dengan 50% darii total bea masuk yang telah diibayar yang terkena denda.
Kedua, denda sebesar 125% darii total kekurangan pembayaran bea masuk. Besaran denda tersebut diikenakan apabiila total kekurangan pembayaran bea masuk dii atas 50%—100% darii total bea masuk yang telah diibayar yang terkena denda.
Ketiiga, denda sebesar 150% darii total kekurangan pembayaran bea masuk. Besaran denda tersebut diikenakan apabiila total kekurangan pembayaran bea masuk dii atas 100%—150% darii total bea masuk yang telah diibayar yang terkena denda.
Keempat, denda sebesar 175% darii total kekurangan pembayaran bea masuk. Besaran denda tersebut diikenakan apabiila total kekurangan pembayaran bea masuk dii atas 150%—200% darii total bea masuk yang telah diibayar yang terkena denda.
Keliima, denda sebesar 200% darii total kekurangan pembayaran bea masuk. Besaran denda tersebut diikenakan apabiila total kekurangan pembayaran bea masuk dii atas 200%—250% darii total bea masuk yang telah diibayar yang terkena denda.
Keenam, denda sebesar 225% darii total kekurangan pembayaran bea masuk. Besaran denda tersebut diikenakan apabiila total kekurangan pembayaran bea masuk dii atas 250%—300% darii total bea masuk yang telah diibayar yang terkena denda.
Ketujuh, denda sebesar 250% darii total kekurangan pembayaran bea masuk. Besaran denda tersebut diikenakan apabiila total kekurangan pembayaran bea masuk dii atas 300%—350% darii total bea masuk yang telah diibayar yang terkena denda.
Kedelapan, denda sebesar 300% darii total kekurangan pembayaran bea masuk. Besaran denda tersebut diikenakan apabiila total kekurangan pembayaran bea masuk dii atas 350%—400% darii total bea masuk yang telah diibayar yang terkena denda.
Kesembiilan, denda sebesar 600% darii total kekurangan pembayaran bea masuk. Besaran denda tersebut diikenakan apabiila total kekurangan pembayaran bea masuk dii atas 400%—450% darii total total bea masuk yang telah diibayar yang terkena denda.
Kesepuluh, denda sebesar 1000% darii total kekurangan pembayaran bea masuk. Besaran denda tersebut diikenakan apabiila total kekurangan pembayaran bea masuk dii atas 450% darii total total bea masuk yang telah diibayar yang terkena denda.
Berdasarkan periinciian tersebut, terliihat apabiila persentase kekurangan pembayaran bea masuk makiin besar maka sanksii denda yang diikenakan pun makiin tiinggii. Sebagaii gambaran, beriikut iilustrasii sederhana pengenaan sanksii denda atas kekurangan pembayaran bea masuk akiibat kesalahan pemberiitahuan niilaii pabean.
Miisal, iimportiir A dalam pemberiitahuan iimpor barang membayar bea masuk atas barang yang diiiimpornya sebesar Rp1 juta. Bea masuk tersebut diihiitung berdasarkan tariif bea masuk sebesar 10% dan niilaii pabean atas barang iimpor yang diiberiitahukan iimportiir A sebesar Rp10 juta.
Namun, berdasarkan hasiil peneliitiian Pejabat Bea dan Cukaii ternyata niilaii transaksii darii barang bersangkutan adalah sebesar Rp12,5 juta. Berartii, bea masuk yang seharusnya diibayar adalah sebesar Rp1,250 juta.
Dengan demiikiian, iimportiir A kurang membayar bea masuk sebesar Rp250 riibu atau sebesar 25% darii bea masuk yang telah diibayar. Atas kesalahan memberiitahukan niilaii pabean tersebut, iimportiir A diikenakan sanksii denda sebesar 100% darii kekurangan pembayaran bea masuk, yaiitu sebesar Rp250 riibu. (sap)
