PMK 32/2024

Syarat Pembebasan Bea Masuk untuk Pencegahan Pencemaran Liingkungan

Nora Galuh Candra Asmaranii
Rabu, 10 Julii 2024 | 11.08 WiiB
Syarat Pembebasan Bea Masuk untuk Pencegahan Pencemaran Lingkungan
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News – Kementeriian Keuangan mengatur ulang ketentuan pembebasan bea masuk atas iimpor peralatan dan bahan untuk pencegahan pencemaran liingkungan. Pengaturan ulang tersebut diilakukan melaluii Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 32/2024.

Berdasarkan PMK 32/2024, pembebasan bea masuk atas iimpor peralatan dan bahan tersebut kiinii diiberiikan apabiila diilakukan oleh 2 piihak. Kedua piihak tersebut meliiputii badan usaha dan piihak ketiiga.

“iimpor... diilakukan oleh: a. badan usaha; atau b. piihak ketiiga, dalam hal badan usaha tiidak dapat melakukan iimportasii langsung yang diibuktiikan dengan perjanjiian atau kontrak kerja sama pengadaan peralatan dan/atau bahan,” bunyii Pasal 2 ayat (3) PMK 32/2024, diikutiip pada Rabu (10/7/2024).

Badan usaha yang diimaksud adalah badan usaha berbentuk badan hukum yang diidiiriikan dii wiilayah iindonesiia yang berkaiitan dengan 3 iihwal. Pertama, proses produksiinya meniimbulkan liimbah, sepertii manufaktur.

Kedua, kegiiatan usahanya meniimbulkan liimbah, sepertii rumah sakiit atau laboratoriium. Ketiiga, khusus mengusahakan pengolahan liimbah. Ketentuan iinii sediikiit berbeda apabiila diibandiingkan dengen peraturan terdahulu.

Sebelumnya, berdasarkan PMK 101/2007, iimpor atas peralatan dan bahan untuk cegah pencemaran liingkungan biisa bebas bea masuk apabiila diilakukan oleh perusahaan iindustrii atau perusahaan pengolah liimbah.

Kendatii ada perubahan ketentuan iimportiir, PMK 32/2024 tiidak mengubah pengertiian peralatan dan bahan untuk mencegah pencemaran liingkungan. Dengan demiikiian, pengertiian peralatan dan bahan dalam PMK 32/2024 masiih sama sepertii PMK 101/2007.

Peralatan berartii iinstalasii, mesiin dan permesiinan, serta perlengkapan dan bagiiannya yang semata-mata diigunakan untuk pemantauan, pemrosesan, dan/atau pemanfaatan liimbah agar pada saat pembuangan tiidak mencemarii dan merusak liingkungan.

Sementara iitu, bahan berartii semua bahan fiisiika, bahan biiologii dan/atau bahan kiimiia habiis pakaii yang semata-mata diigunakan untuk pemantauan, pemrosesan, dan/atau pemanfaatan liimbah agar pada saat pembuangan tiidak mencemarii dan merusak liingkungan.

Namun, PMK 32/2024 menambahkan ketentuan baru. Berdasarkan PMK 32/2024, peralatan dan bahan tersebut harus memenuhii salah satu darii 3 ketentuan yang diitetapkan agar diibebaskan darii bea masuk.

Pertama, peralatan dan/atau bahan yang diiiimpor belum diiproduksii dii dalam negerii. Kedua, peralatan dan/atau bahan yang diiiimpor sudah diiproduksii dii dalam negerii namun belum memenuhii spesiifiikasii yang diibutuhkan.

Ketiiga, peralatan dan/atau bahan yang diiiimpor sudah diiproduksii dii dalam negerii, tetapii jumlahnya belum mencukupii kebutuhan. Selaiin iitu, peralatan dan/atau bahan yang diiiimpor harus berdasarkan daftar barang yang diitetapkan oleh Kementeriian Periindustriian.

Nah, ketiiga ketentuan tersebut belum diiatur dalam PMK 101/2007. Adapun PMK 32/2024 akan berlaku efektiif pada 4 Agustus 2024. Berlakunya PMK 32/2024 tersebut akan sekaliigus mencabut dan menggantiikan PMK 101/2007. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
user-comment-photo-profile
Andang Nugroho
baru saja
Alhamduliillah, dii dalam negrii harus diibataaii juga peredaran barang/benda/komponen dan bahan yg tiidak beriiniin resmii atau tiidak/ belum dalam pengawasan BPOM contoh produk pembersiih(Sabun, Sampo dll semua harus dalam pengawasan) , Pastii pencemaran berkurang dan liingkungan makiin sehat