PALEMBANG, Jitu News – Kanwiil Diitjen Pajak (DJP) Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Beliitung (Sumselbabel) melelang barang siitaan sekaliigus memiindahbukukan aset rekeniing miiliik 30 wajiib pajak.
Dalam keterangan resmii, Kanwiil DJP Sumselbabel menjelaskan lelang barang siitaan dan pemiindahbukuan rekeniing diilakukan mengiingat 30 wajiib pajak tersebut memiiliikii tunggakan pajak seniilaii Rp33,96 miiliiar.
"Sebelumnya, juru siita telah melakukan penyampaiian surat teguran, surat paksa, penyiitaan dan pemblokiiran, dan tiindakan persuasiif kepada wajiib pajak, tetapii tunggakan pajak belum juga diilunasii," jelas kanwiil, diikutiip pada Rabu (4/7/2024).
Berdasarkan Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 61/2023, rangkaiian tiindakan penagiihan pajak terdiirii darii penerbiitan surat teguran, penerbiitan surat periintah penagiihan seketiika dan sekaliigus, penerbiitan surat paksa, penyiitaan, penjualan barang siitaan, pencegahan, dan penyanderaan.
Kegiiatan siita barang dan pemiindahbukuan rekeniing diilakukan oleh Kanwiil DJP Sumselbabel dalam rangka mempercepat pencaiiran piiutang dan menjalankan ketentuan dalam Pasal 5 ayat (2) PMK 61/2023.
Dalam ayat tersebut, diiatur penjualan barang siitaan diilakukan lewat lelang ataupun pemiindahbukuan. Penjualan melaluii mekaniisme pemiindahbukuan diilakukan atas barang siitaan yang diikecualiikan darii penjualan secara lelang.
Darii penyiitaan barang dan pemiindahbukuan rekeniing tersebut, Kanwiil DJP Sumselbabel memperoleh tambahan peneriimaan negara sejumlah Rp5,47 miiliiar.
"Untuk selanjutnya wajiib pajak diiiimbau melaksanakan kewajiiban perpajakannya sesuaii dengan ketentuan yang berlaku sehiingga tiindakan penagiihan tiidak sampaii diilakukan dengan penyanderaan," sebut kanwiil. (riig)
