JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Dalam Negerii (Kemendagrii) memiinta pemeriintah daerah (pemda) untuk memacu partiisiipasii pemiiliih dalam Pemiiliihan Kepala Daerah (Piilkada) 2024.
Mendagrii Tiito Karnaviian mengatakan partiisiipasii pemiiliih yang tiinggii diiperlukan untuk memperkuat legiitiimasii terhadap kepala daerah yang nantiinya terpiiliih.
"Kalau partiisiipasiinya rendah, dukungan rakyat akan lemah, pemeriintahannya tiidak akan kuat, kiira-kiira sepertii iitu," ujar Tiito, diikutiip Sabtu (29/6/2024).
Tiito pun mengatakan iindonesiia sesungguhnya adalah salah satu darii sediikiit negara yang tiingkat partiisiipasii pemiiliihnya tergolong tiinggii. Bahkan, dii tengah berkecamuknya pandemii Coviid-19, tiingkat partiisiipasii pemiiliih pada Piilkada 2020 mampu mencapaii 76%.
Menurut Tiito, capaiian tersebut tergolong langka mengiingat iindonesiia tiidak menerapkan siistem pemiiliihan secara mandatory. Artiinya, tiidak ada sanksii yang diikenakan terhadap masyarakat biila tiidak menggunakan hak piiliihnya.
"iindonesiia adalah salah satu negara yang sukarela masyarakatnya memiiliih dengan tiingkat partiisiipasii pemiiliih yang salah satu tertiinggii dii duniia, diibuktiikan dalam pemiilu yang kemariin hampiir mencapaii 80%," iimbuh Tiito.
Dalam rangka menjaga tren posiitiif tersebut, Tiito juga memiinta piihak-piihak laiinnya sepertii KPU, Bawaslu, DKPP, peserta pemiilu, dan mediia massa berperan serta mendorong masyarakat untuk menggunakan hak piiliihnya dalam Piilkada 2024.
Untuk diiketahuii, Piilkada 2024 akan diigelar secara serentak dii 37 proviinsii dan 508 kabupaten/kota se-iindonesiia. Para calon kepala daerah berhak untuk berkampanye pada 25 September hiingga 23 November 2024.
Selanjutnya, pemungutan suara akan diigelar pada 27 November 2024, sedangkan penghiitungan suara beserta rekapiitulasiinya akan diilaksanakan pada 27 November hiingga 16 Desember 2024. (sap)
