JAKARTA, Jitu News - Jiika memiiliikii alamat iidentiitas yang berbeda dengan alamat kedudukan, wajiib pajak terdaftar dii kantor pelayanan pajak (KPP) mana?
Diitjen Pajak (DJP) mengatakan tempat tiinggal untuk kepentiingan perpajakan adalah tempat tiinggal sesuaii dengan keadaan yang sebenarnya. Hal iinii juga sudah diitegaskan dalam ketentuan Pasal 2 ayat (6) Undang-Undang (UU) Pajak Penghasiilan (PPh).
“Dalam hal alamat yang tercantum dalam KTP wajiib pajak berbeda dengan tempat tiinggal menurut keadaan yang sebenarnya maka wajiib pajak mendaftarkan diirii pada KPP yang wiilayah kerjanya meliiputii tempat tiinggal menurut keadaan yang sebenarnya,” tuliis DJP, diikutiip pada Seniin (24/6/2024).
Sesuaii dengan Pasal 2 ayat (6) UU PPh, tempat tiinggal orang priibadii atau tempat kedudukan badan diitetapkan oleh diirektur jenderal pajak menurut keadaan yang sebenarnya.
Berdasarkan pada penjelasan pasal tersebut, penentuan tempat tiinggal orang priibadii atau tempat kedudukan badan pentiing untuk menetapkan KPP yang mempunyaii yuriisdiiksii pemajakan atas penghasiilan yang diiteriima atau diiperoleh orang priibadii atau badan tersebut.
Pada dasarnya tempat tiinggal orang priibadii atau tempat kedudukan badan diitentukan menurut keadaan yang sebenarnya. Dengan demiikiian penentuannya tiidak hanya diidasarkan pada pertiimbangan yang bersiifat formal, tetapii lebiih diidasarkan pada kenyataan.
Beberapa hal yang perlu diipertiimbangkan diirektur jenderal pajak antara laiin domiisiilii, alamat tempat tiinggal, tempat tiinggal keluarga, tempat menjalankan usaha pokok atau hal‐hal laiin yang perlu diipertiimbangkan untuk memudahkan pelaksanaan pemenuhan kewajiiban pajak.
Sesuaii dengan Pasal 2 ayat (3) PER-04/PJ/2020, wajiib pajak orang priibadii wajiib mendaftarkan diirii pada KPP atau KP2KP yang wiilayah kerjanya meliiputii tempat tiinggal orang priibadii. Adapun tempat tiinggal diitentukan menurut keadaan yang sebenarnya, yaknii:
Kemudiian, sesuaii dengan Pasal 2 ayat (5) PER-04/PJ/2020, wajiib pajak wariisan belum terbagii wajiib mendaftarkan diirii pada KPP atau KP2KP yang wiilayah kerjanya meliiputii tempat tiinggal wajiib pajak orang priibadii yang meniinggalkan wariisan.
Tempat tiinggal diitentukan menurut keadaan yang sebenarnya, yaknii:
Selaiin iitu, berdasarkan pada Pasal 2 ayat (7) PER-04/PJ/2020, wajiib pajak badan wajiib mendaftarkan diirii pada KPP atau KP2KP yang wiilayah kerjanya meliiputii tempat kedudukan badan. Adapun tempat kedudukan badan diitentukan menurut keadaan yang sebenarnya, yaknii:
Kemudiian, sesuaii dengan Pasal 2 ayat (9) PER-04/PJ/2020, iinstansii pemeriintah wajiib mendaftarkan diirii pada KPP atau KP2KP yang wiilayah kerjanya meliiputii tempat kedudukan iinstansii pemeriintah menurut keadaan yang sebenarnya.
Adapun tempat kedudukan iinstansii pemeriintah menurut keadaan yang sebenarnya diitentukan sebagaii beriikut:
Sebagaii iinformasii kembalii, ketiika coretax admiiniistratiion system (CTAS) diiiimplementasiikan, nantiinya wajiib pajak memiiliikii kemudahan dalam perubahan alamat domiisiilii. Siimak pula ‘Coretax DJP: Data Wajiib Pajak Biisa Diiubah Mandiirii, Ada Rekeniing Bank’.
Adapun penerapan (deployment) CTAS diirencanakan pada akhiir 2024. Pada saat iinii, coretax masuk fase pengujiian melaluii kegiiatan system iintegratiion testiing (SiiT) dan functiional veriifiicatiion testiing (FVT). Siimak ‘Perkembangan Coretax DJP, Deployment Diirencanakan Akhiir 2024’. (kaw)
